Enzo Fernandez Pakai Nomor 17 Manchester City Usai Tinggalkan Chelsea
Enzo Fernandez mengambil langkah berani dengan memilih nomor punggung 17 di Manchester City. Angka tersebut sebelumnya identik dengan sosok legenda klub, Kevin De Bruyne. Keputusan ini diambil usai gelandang asal Argentina itu menyelesaikannya kepindahan dari Chelsea dengan nilai transfer fantastis mencapai 125 juta poundsterling atau setara Rp3 triliun, dilansir dari Bola.
Sepanjang kariernya di tingkat klub bersama River Plate, Benfica, hingga Chelsea, Fernandez belum pernah memakai nomor 17. Ia lebih familiar dengan nomor 13 dan 8. Namun, lantaran nomor favoritnya sudah terisi di skuad The Citizens, ia wajib menentukan opsi lain di Etihad Stadium.
Di tengah perombakan besar lini tengah Manchester City musim panas ini, beberapa opsi nomor sebenarnya tersedia. Namun, Fernandez enggan memilih nomor umum seperti 4, 7, atau 16 yang ditinggalkan Rodri. Ia justru sengaja mengambil beban besar untuk meneruskan jejak De Bruyne.
Rekor yang ditinggalkan De Bruyne di Manchester City terbilang sangat luar biasa. Pemain asal Belgia itu membukukan 422 laga dengan sumbangan 108 gol serta 177 assist. Ia mempersembahkan deretan gelar bergengsi, termasuk 1 Liga Champions, 1 Piala Dunia Antarklub, 6 trofi Liga Inggris, 2 Piala FA, dan 5 Piala Carabao.
Ketika pertama kali datang ke Manchester City dari Wolfsburg pada 2015 dan mendapat nomor 17, De Bruyne sempat diragukan publik Inggris akibat riwayat kegagalannya di Chelsea. Namun, penilaian tersebut goyah hanya dalam kurun beberapa bulan usai ia mencetak 16 gol dan 12 assist di musim pertamanya.
"Jelas, ini sangat memuaskan. Saya datang ke sini dengan pandangan orang-orang yang sangat berbeda dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa banyak hal bisa berubah dalam satu tahun," kata De Bruyne kala itu.
Ia menuturkan bahwa perubahan persepsi publik memberikan kepuasan tersendiri baginya.
"Semua orang punya pandangan tentang bagaimana saya meninggalkan Chelsea. Jadi, ya, saya merasa puas karena orang-orang telah mengubah pandangan mereka," ujar De Bruyne.
Keberhasilan De Bruyne tak lepas dari suntikan motivasi dari sang manajer, Pep Guardiola, pada awal kedatangannya.
"Kevin, dengar. Kamu bisa dengan mudah menjadi salah satu dari lima pemain terbaik di dunia," tutur De Bruyne menirukan perkataan Guardiola.
Faktor Enzo Maresca di Balik Kepindahan Fernandez
Meskipun Fernandez sempat mengutarakan keinginan untuk tinggal dan bermain di Madrid sebelum proses kepindahannya terealisasi, faktor kehadiran manajer Enzo Maresca menjadi penentu utama kepindahannya ke Manchester.
"Pemain tinggal di mana pun yang mereka inginkan. Saya akan tinggal di Madrid. Saya bisa bertahan menggunakan bahasa Inggris, tetapi saya akan lebih nyaman berbicara dalam bahasa Spanyol," kata Fernandez.
Komunikasi dengan Maresca diakui Fernandez menjadi lebih mudah karena sang pelatih fasih berbahasa Spanyol setelah enam tahun berkarier di Spanyol. Fernandez pun memberikan pujian tinggi kepada manajernya tersebut.
"Dia benar-benar pelatih top," kata Fernandez.
Pengalaman bekerja sama di klub sebelumnya membuat Fernandez optimistis bisa kembali berkembang di bawah arahan Maresca.
"Saya pernah bekerja dengannya di klub sebelumnya. Itu merupakan momen yang luar biasa. Saya belajar banyak darinya.
Dia sangat mirip dengan orang-orang Amerika Latin, sangat bersemangat. Jadi, bagi saya, merupakan sebuah kehormatan bisa bekerja bersamanya dan menikmatinya," tutur Fernandez.
Fernandez juga mengungkapkan bahwa Maresca berperan aktif meyakinkan manajemen Manchester City agar memuluskan kepindahannya dari Chelsea.
"Beberapa hari terakhir terasa sangat panjang, tetapi pada akhirnya saya berada di sini dan sangat bahagia bisa bergabung dengan klub ini," kata Fernandez.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow