FCC Izinkan Router Starlink SpaceX Meski Ada Larangan Impor AS
Federal Communications Commission (FCC) memberikan pengecualian kepada router Starlink milik SpaceX dari larangan impor router Wi-Fi buatan luar Amerika Serikat yang berlaku untuk perangkat baru, hingga 1 Februari 2028, menurut publikasi resmi pada Juli 2026.
Larangan tersebut berlaku untuk router konsumen baru yang dibuat sebagian atau seluruhnya di luar AS dan dianggap berisiko bagi keamanan nasional. Namun, perangkat seperti router Starlink yang telah mendapat persetujuan atau memperoleh pengecualian dapat terus dijual dan diproduksi. SpaceX memperoleh persetujuan dari Departemen Pertahanan AS sebagai dasar pengecualian ini.
Beberapa router Starlink diproduksi di pabrik SpaceX di Texas, namun ada juga model yang dibuat di Vietnam. PCMag melaporkan pada April bahwa beberapa perangkat Starlink dicap "Made in Vietnam", sementara model lain dicap "Made in USA" atau Taiwan. Pengecualian ini memungkinkan SpaceX untuk melanjutkan produksi dan pengembangan model baru tanpa harus langsung memindahkan seluruh produksi ke AS.
"Izin ini berlaku hingga 1 Februari 2028," ujar FCC dalam pemberitahuan publik. SpaceX bergabung dengan perusahaan lain seperti Netgear dan Amazon yang juga menerima pengecualian serupa untuk router mereka.
SpaceX memiliki fasilitas besar di Bastrop, Texas, dengan kapasitas produksi lebih dari 20.000 perangkat Starlink per minggu. Namun, pabrik di Asia tetap digunakan untuk beberapa komponen dan perangkat tertentu.
Keputusan FCC terkait pengecualian ini mencerminkan pendekatan yang menilai bukan hanya asal fisik produk, tetapi juga struktur perusahaan, rantai pasok, dan hubungan strategis dengan pemerintah AS, terutama terkait keamanan nasional.
"Peraturan ini mengatur siapa yang dapat menjual perangkat jaringan baru di AS berdasarkan penilaian risiko keamanan nasional," ujar laporan Bloomberg Law yang mengulas keputusan FCC pada Juli 2026.
Larangan ini tidak berlaku untuk router yang sudah beredar dan disetujui sebelumnya, sehingga pengguna dapat terus memakai perangkat yang ada. Namun, untuk model baru, produsen harus mematuhi aturan atau mengajukan pengecualian.
"Kami melihat aturan ini sebagai penggabungan kebijakan keamanan nasional dan kebijakan industri," kata laporan startupfortune.com yang membahas latar belakang aturan FCC.
TP-Link, yang memiliki sejarah operasi di China dan kini berkantor pusat di AS, menghadapi tantangan mendapatkan pengecualian, berbeda dengan SpaceX yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah dan militer AS.
SpaceX juga sedang mengembangkan peralatan baru seperti antena V5 yang lebih kecil dan efisien, serta kemungkinan model Mini 2 yang portabel. Perusahaan diduga mengajukan pengecualian sebagai persiapan peluncuran produk baru tersebut.
Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa aturan ini dapat meningkatkan biaya produksi dan harga perangkat bagi konsumen di AS, serta menunda inovasi teknologi Wi-Fi generasi terbaru.
"Larangan ini bertujuan mencegah kerentanan keamanan siber, tetapi juga berpotensi menaikkan biaya dan menghambat inovasi," kata laporan PCMag Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow