Fenomena Langit Agustus 2026 Diwarnai Hujan Meteor Hingga Gerhana

Smallest Font
Largest Font

Berbagai peristiwa astronomi menarik seperti fenomena konjungsi planet, puncak hujan meteor Perseid, hingga gerhana akan menghiasi langit sepanjang bulan Agustus 2026. Rangkaian fenomena ini dapat diamati dari berbagai wilayah di dunia, meski beberapa di antaranya tidak melintasi wilayah Indonesia.

Rangkaian peristiwa langit dibuka dengan posisi Merkurius yang mencapai titik elongasi barat maksimum pada 2 Agustus 2026, disusul perlintasan Komet 10P/Tempel pada jarak terdekat dengan Bumi yakni 0,41 satuan astronomi pada 3 Agustus 2026. Selain itu, konjungsi Bulan dengan Saturnus dan Mars masing-masing terjadi pada 4 dan 9 Agustus 2026.

Salah satu atraksi utama, yaitu puncak hujan meteor Perseid, diproyeksikan berlangsung pada 12 hingga 13 Agustus 2026. Fenomena yang berasal dari rekah serpihan Komet 109P/Swift-Tuttle ini mampu memancarkan 50 hingga 100 meteor per jam pada kondisi ideal. Pengamatan terbaik dari wilayah Indonesia dapat dilakukan menjelang fajar ke arah langit utara atau timur laut, di mana aktivitasnya diuntungkan oleh fase Bulan baru yang bebas gangguan cahaya.

Pada pertengahan bulan, planet Venus mencapai elongasi timur maksimum pada 15 Agustus 2026 dengan tingkat kecerlangan magnitudo -4,3, disusul penampakan Bulan sabit muda di dekat Venus pada 16 Agustus 2026. Sementara itu, hujan meteor minor Kappa Cygnid akan mencapai puncaknya pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, yang berpeluang memunculkan kilatan bola api terang meski dengan intensitas lebih sedikit dibanding Perseid.

Fenomena besar lainnya adalah Gerhana Matahari Total yang berlangsung pada 12 Agustus 2026 dengan jalur totalitas melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga Spanyol dengan durasi puncak 2 menit 18 detik. Namun, peristiwa ini beserta Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026 tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia karena posisi piringan Bumi dan garis horizon. Masyarakat Indonesia masih bisa menikmati penampakan Bulan purnama Sturgeon Moon pada malam 28 Agustus 2026 setelah Matahari terbenam, sebelum rangkaian fenomena ditutup oleh konjungsi Bulan dan Saturnus pada 31 Agustus 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed