FIFA Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim, Kesempatan Indonesia Makin Besar
Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang untuk melakukan ekspansi besar-besaran pada jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim untuk edisi tahun 2030 mendatang.
Wacana perluasan kuota ini muncul setelah penerapan format 48 tim pada Piala Dunia 2026 dinilai berjalan sukses. Proposal penambahan peserta tersebut rencananya akan dikaji secara serius oleh komite terkait FIFA.
Dalam wawancara dengan media Swiss, Infantino menegaskan komitmennya untuk membahas usulan ini. Wacana penambahan kuota ini tentu menjadi angin segar sekaligus memperbesar peluang bagi Timnas Indonesia untuk bisa tampil di ajang sepak bola tertinggi tersebut.
"Ini jelas akan diperiksa dan dibahas di komite terkait setelah Piala Dunia ini," kata Gianni Infantino, Senin (13/07/2026).
Rincian Usulan Format Baru Piala Dunia
Gagasan mengenai format 64 tim ini pertama kali diajukan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay, Ignacio Alonso, dalam rapat Dewan FIFA yang berlangsung pada Maret 2025.
Jika rencana ini disetujui, maka lebih dari seperempat dari total 210 negara anggota FIFA akan mendapatkan kesempatan untuk tampil di putaran final turnamen empat tahunan tersebut.
| Format Piala Dunia | Jumlah Peserta | Persentase Anggota FIFA |
|---|---|---|
| Format Lama (Hingga 2022) | 32 Tim | Sekitar 15% |
| Format 2026 | 48 Tim | Sekitar 22% |
| Wacana Format 2030 | 64 Tim | Lebih dari 25% |
Infantino menilai bahwa penambahan kuota peserta sangat penting untuk membuka peluang bagi negara-negara berkembang. Menurutnya, kompetisi internasional ini harus mampu mewakili seluruh dunia secara nyata, bukan sekadar didominasi oleh perwakilan dari Eropa dan Amerika Selatan saja.
Dukungan Lintas Benua dan Progres Tuan Rumah 2030
Dukungan terhadap wacana ini juga datang dari zona CONMEBOL. Presiden CONMEBOL, Alejandro Domínguez, menyebut format baru ini sebagai sebuah mimpi yang sangat cocok untuk merayakan edisi spesial 100 tahun sejarah Piala Dunia.
Piala Dunia 2030 sendiri dijadwalkan akan digelar secara unik lintas benua. Spanyol, Portugal, dan Maroko akan bertindak sebagai tuan rumah utama turnamen.
Sementara itu, tiga negara Amerika Selatan yaitu Uruguay, Argentina, dan Paraguay hanya akan menggelar pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan historis kompetisi.
Penolakan dari Petinggi UEFA dan CONCACAF
Kendati demikian, rencana ekspansi ini tidak berjalan mulus karena menuai penolakan dan kritik tajam dari sejumlah petinggi federasi sepak bola regional.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menilai bahwa format 64 tim justru berisiko merusak kualitas turnamen. Menurutnya, jumlah peserta yang terlalu banyak akan mengurangi nilai kompetitif dari babak kualifikasi.
Pandangan serupa dilontarkan oleh Presiden CONCACAF, Victor Montagliani. Ia menilai perluasan yang berlebihan berpotensi memberikan dampak negatif pada stabilitas ekosistem sepak bola internasional secara keseluruhan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow