Film Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu Mulai Masuk Tahap Produksi

Smallest Font
Largest Font

Film Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu resmi memasuki tahap produksi, ditandai dengan acara Deep Talk: Tentang Langkah Kecil dan Pengorbanan Besar. Film ini diangkat dari novel karya Khoirul Trian dan mengangkat kisah hubungan ibu dan anak.

Aurora Ribero, salah satu pemain film, mengaku sudah membaca novel tersebut sebelum menerima proyek ini. Ia mengaku cerita dalam novel sangat emosional sehingga sulit menahan tangis.

"Aku sudah baca bukunya, duh sedih banget. Aku sempat coba baca tanpa nangis supaya bisa benar-benar mendalami gitu ya, tapi susah banget," ujar Aurora saat ditemui di Perpustakaan Jakarta, TIM Cikini, Jumat (28/8/2026).

"Karena mungkin untuk anak-anak yang sudah kehilangan orang tuanya, kangen sama orang tua, dan mau punya koneksi dan kehangatan kembali dengan orang tua, kalau baca buku ini benar-benar sedih," tambahnya.

Mieke Amalia, yang berperan sebagai ibu dalam film ini, juga merasakan kedekatan dengan cerita yang diangkat dari novel tersebut.

"Saya juga seorang ibu, kebetulan di kehidupan nyata anak saya seumuran juga sama Aurora. Jadi pas saya baca skenarionya, saya ngerasa, 'Ini kok gue banget ya?'. Ada part-part tertentu yang aku rasakan juga di kehidupan nyata," kata Mieke Amalia.

Tantri Kotak yang mengisi soundtrack resmi film ini melihat cerita dari perspektif ibu pekerja. Ia mengungkapkan rasa bersalah yang kadang dirasakan oleh ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

"Karena lagunya juga diambil dari kisah pribadi, pesan yang pasti mau disampaikan pertama sebagai ibu pekerja adalah minta maaf. Karena ada banyak sekali penyesalan sebagai ibu pekerja yang merasa kita tuh nggak bisa jadi ibu yang utuh untuk anak-anak kita," tutur Tantri Kotak.

Tantri juga menilai cerita dalam film ini tidak hanya melihat dari sisi ibu, tetapi juga dari sudut pandang anak yang memahami perjuangan ibu mereka.

"Melihat ibu pekerjanya yang pakai topeng untuk bekerja dan mengurus mereka. Anak seakan paham bahwa, 'Oh ibu bukan nggak mau menemani saya,' tapi memang purely seorang ibu hanya mau yang terbaik bagi masa depan anaknya," katanya.

Film ini digarap oleh Affandi Abdul Rachman dan mengangkat tema pengorbanan, rasa bersalah, serta proses saling memahami antara ibu dan anak, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed