Film Ibuku Garapan Eddie Cahyono Tembus Kompetisi BIFF 2026

Smallest Font
Largest Font

Karya sinema Indonesia berjudul Ibuku (My Mother) karya sutradara Eddie Cahyono resmi terpilih masuk ke dalam program kompetisi utama Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Korea Selatan pada 6–15 Oktober 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Hot pada Jumat (11/9/2026).

Film kolaborasi antara produser Indonesia dan Jepang ini dijadwalkan menggelar pemutaran perdana dunia (world premiere) di Busan. Sinopsisnya mengisahkan perjuangan Sumiati (Christine Hakim) yang berusaha menemui anaknya, Sri (Ayushita), yang menghadapi vonis hukuman mati di penjara Arab Saudi atas tuduhan pembunuhan majikan.

Kisah tersebut juga menyingkap trauma masa lalu antara ibu dan anak, serta mengangkat Isu hak asasi manusia, perempuan, dan buruh migran. Karya ini akan bersaing melawan 13 judul film lain dari berbagai kawasan Asia dalam ajang kompetisi utama tersebut.

"Ibu itu sangat personal, tapi juga sangat universal buat semua orang. Sebagai seorang ibu, saya langsung merasa terhubung dengan ceritanya, yang juga turut mengingatkan saya pada sosok ibu saya yang telah tiada," ujar Tika Bravani, produser film melalui ANP Talenta Media.

Proyek ini menjadi debut Tika Bravani di ranah produksi film setelah sebelumnya berkarier sebagai aktris. Proses pengerjaan bersama Eddie Cahyono, yang pernah menyutradarai Siti (2014), diakuinya menjadi pengalaman belajar yang intens.

"Untungnya beliau juga berlatar belakang dosen, jadi beliau membimbing saya dengan sabar," kata Tika Bravani.

Ajang BIFF 2026 turut menampilkan beberapa karya sineas tanah air lainnya. Karya Yosep Anggi Noen bertajuk Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name) juga masuk dalam program Competition, sementara Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini tampil di program A Window on Asian Cinema, serta film pendek αLPα karya Dhiwangkara Seta.

"Keikutsertaan Ibuku (My Mother) di kompetisi utama BIFF sekaligus jadi pengalaman baru dalam karier saya sebagai produser. Saya berharap film ini nantinya bisa menemukan penonton yang tepat, mereka yang bisa ikut tersentuh oleh kisah seorang ibu yang tak pernah berhenti menyayangi anaknya, meski hubungan mereka pernah retak oleh masa lalu," tutur Tika Bravani.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed