FIM Tolak Banding Leopard Racing Terkait Diskualifikasi Adrian Fernandez
Panel Pengawas FIM resmi menolak banding dari tim Leopard Racing terkait hukuman diskualifikasi pembalap mereka, Adrian Fernandez, dari enam seri Grand Prix pertama musim 2026 akibat pembongkaran mesin tanpa izin resmi. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah sidang yang digelar di sirkuit Balaton Park pada Jumat, 5 Juni 2026, menyusul pengajuan banding dan pembayaran jaminan dari tim sebesar 1.320 euro pada hari yang sama. Hukuman diskualifikasi ini berlaku untuk balapan yang berlangsung di Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya, sehingga Fernandez kehilangan seluruh poin dari seri-seri tersebut kecuali GP Mugello.
Pemeriksaan fisik oleh direktur teknis dan pabrikan menunjukkan bahwa integritas sistem penyegelan homologasi pada mesin nomor 810 dan 811 telah rusak akibat adanya aktivitas bongkar pasang yang ilegal.
Panel Pengawas Banding FIM menyatakan bahwa tim tidak mampu memberikan penjelasan yang kuat mengenai rusaknya segel keamanan tersebut ataupun bukti intervensi internal pada mesin. Pihak FIM mengonfirmasi bahwa penolakan tersebut didasarkan atas kompromi pada sistem penyegelan resmi yang membuat mesin dianggap telah dibangun ulang tanpa otoritas.
Kasus pembalap Leopard Racing ini menambah daftar sanksi teknis berat dalam sejarah kejuaraan dunia balap motor, setelah beberapa pelanggaran serupa terjadi pada musim-musim sebelumnya. Pada musim 2025, pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, didiskualifikasi dari GP Argentina karena menggunakan perangkat lunak ECU yang tidak homologasi sehingga posisinya merosot di klasemen.
Pelanggaran regulasi ECU juga menimpa Manuel Gonzalez di kelas Moto2 pada GP Indonesia 2025, yang mengakibatkan hilangnya 20 poin dan posisi kedua di klasemen sementara. Kasus penalti teknis paling berdampak terjadi pada tahun 2020 ketika Yamaha menggunakan katup mesin non-homologasi dari pemasok sekunder di seri Jerez. Akibat pelanggaran tersebut, Yamaha dijatuhi hukuman pengurangan 50 poin pada klasemen konstruktor, sementara tim Monster Energy Yamaha kehilangan 20 poin dan para pembalap harus merelakan alokasi mesin mereka dikurangi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow