Gedung Putih Tuduh Keir Starmer Bahayakan Nyawa Penonton Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Gedung Putih melayangkan tuduhan serius kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terkait pelaksanaan Piala Dunia 2026. Starmer dinilai telah membahayakan nyawa penonton akibat melakukan intervensi terhadap jadwal pertandingan.

Tuduhan tersebut disampaikan oleh salah satu penasihat Presiden AS Donald Trump. Intervensi Starmer menyasar laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Meksiko melawan Inggris di Stadion Azteca.

Kronologi Intervensi Jadwal Pertandingan

FIFA awalnya berencana memajukan waktu sepak mula (kick-off) pertandingan Meksiko versus Inggris karena adanya ancaman badai petir. Namun, rencana tersebut ditolak oleh federasi sepak bola Inggris dan Meksiko.

Dalam situasi krusial tersebut, Starmer ikut campur dengan memanfaatkan jalur diplomatik agar jadwal pertandingan tidak diubah. Langkah intervensi Perdana Menteri Inggris ini memicu kemarahan dari pihak Gedung Putih.

Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, menilai tindakan Starmer sangat tidak pantas karena otoritas sepenuhnya berada di tangan FIFA dan tuan rumah.

Pertandingan Stadion Jadwal Awal (WIB) Fase
Meksiko vs Inggris Stadion Azteca Disesuaikan Babak 16 Besar
Prancis vs Maroko Boston Stadium Jumat, 10 Jul 03:00 Perempat Final
Spanyol vs Belgia Los Angeles Stadium Sabtu, 11 Jul 02:00 Perempat Final

Dampak Keselamatan Suporter dan Kritik Balik

Andrew Giuliani menjelaskan bahwa perubahan jadwal dari malam ke siang hari bertujuan untuk menekan risiko keselamatan berkaca pada insiden fatal pada babak sebelumnya.

"Di babak 32 besar setelah pertandingan, tiga warga Meksiko meninggal dalam perayaan." kata Andrew Giuliani, Kamis (09/07/2026).

"Dan ada diskusi tentang memindahkan waktu pertandingan dari malam hari ke siang hari." kata Andrew Giuliani, Kamis (09/07/2026).

"Sehingga risiko nyawa bagi warga Meksiko akan berkurang. Itu jauh lebih serius jika Anda benar-benar memikirkan konsekuensinya, konsekuensi potensialnya," kata Andrew Giuliani, Kamis (09/07/2026).

Pernyataan Giuliani dari Gedung Putih ini kemudian mendapat sorotan tajam. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump juga terindikasi melakukan intervensi terhadap aturan permainan FIFA.

Donald Trump mengaku telah menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membahas kartu merah yang diterima oleh pemain Folarin Balogun. Komite Disiplin FIFA akhirnya memutuskan menunda larangan bermain Balogun selama satu tahun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed