Gelandang Haiti Tertahan Visa AS Jelang Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Gelandang bertahan tim nasional sepak bola Haiti, Woodensky Pierre, kini tengah tertahan di negaranya akibat belum mendapatkan visa Amerika Serikat untuk bergabung dengan skuadnya di Florida menjelang laga Piala Dunia 2026 pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dilansir dari Associated Press, Pierre menjadi satu-satunya pemain dari 26 anggota skuad timnas Haiti yang masih berbasis di dalam negeri, tepatnya bermain untuk Violette AC di ibu kota Port-au-Prince. Kota tersebut saat ini sedang dikepung oleh kelompok geng kriminal bersenjata hingga mencapai 70 persen wilayahnya.

Sebaliknya, sebanyak 25 pemain timnas Haiti lainnya berkarier di luar negeri, termasuk di liga Inggris, Prancis, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat. Selain Pierre, pengurusan visa untuk hampir selusin pejabat federasi sepak bola Haiti juga belum selesai seiring langkah administrasi Presiden AS Donald Trump yang terus memperluas pembatasan perjalanan dari beberapa negara.

Kondisi keamanan yang buruk membuat stadion kandang mereka di Port-au-Prince dinilai terlalu berbahaya. Akibatnya, timnas Haiti terpaksa menggelar pertandingan kualifikasi Piala Dunia kandang mereka di tempat netral, yaitu Curaçao.

Pierre sendiri berasal dari Cite Soleil, sebuah kawasan kumuh di pinggir pantai yang telah bertahun-tahun dilanda kekerasan dan kelaparan serta menjadi basis pemimpin geng kuat. Berdasarkan laporan terbaru Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB, kekerasan di wilayah tersebut telah menyebabkan lebih dari 5.300 orang mengungsi.

Juru bicara federasi sepak bola Haiti, Thecieux Jeanty, menjelaskan bahwa situasi saat ini sangat berbeda dengan partisipasi pertama negara tersebut di Piala Dunia pada tahun 1974, di mana hampir seluruh pemain kala itu tinggal dan bermain di Haiti.

"Inilah harapan agar dia tidak harus tinggal di (Haiti) setelah Piala Dunia," ujar Thecieux Jeanty, Juru Bicara Federasi Sepak Bola Haiti.

Menurut Jeanty, turnamen ini merupakan sebuah kesempatan besar bagi sang pemain untuk menunjukkan kemampuannya di tingkat internasional demi mendapatkan kontrak baru di luar negeri.

"Ini adalah sumber kebanggaan baginya," kata Thecieux Jeanty, Juru Bicara Federasi Sepak Bola Haiti.

Jeanty menambahkan bahwa pencapaian Pierre memberikan kepuasan tersendiri bagi para pengurus sepak bola dan masyarakat luas di tengah situasi Haiti yang sedang dilanda krisis ekonomi serta keamanan.

"Saya melihatnya sebagai pemain tingkat tinggi," kata Thecieux Jeanty, Juru Bicara Federasi Sepak Bola Haiti.

Hubungan keduanya sudah terjalin sejak tahun 2022 saat melakukan perjalanan bersama ke Honduras untuk pertandingan tim bawah usia 20 tahun (U-20), dan Jeanty menegaskan semua orang di tim merasa sangat gembira atas kehadiran Pierre.

"Ada sepak bola di Haiti," kata Thecieux Jeanty, Juru Bicara Federasi Sepak Bola Haiti.

Jeanty menegaskan bahwa kehadiran olahraga ini membuktikan bahwa Haiti adalah sebuah negara yang tetap ingin hidup dan berkembang.

Sementara Pierre menunggu proses visanya selesai dengan tetap berlatih di lapangan rumput sintetis kawasan Pétion-Ville, jajaran ofisial tim telah tiba di Florida sejak hari Minggu, dan para pemain lain mulai berlatih di Port St. Lucie pada hari Selasa.

Haiti dijadwalkan melakoni dua laga uji coba di Florida Selatan, yaitu melawan Selandia Baru pada hari Selasa depan dan Peru pada 5 Juni 2026. Skuad Haiti kemudian akan memulai laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Skotlandia pada 13 Juni di Foxborough, disusul laga melawan Brasil pada 19 Juni di Philadelphia, dan Maroko pada 24 Juni di Atlanta.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed