Gempa 77 Magnitudo Rusak Lima Bandara dan Tiga Pelabuhan di NTT

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perhubungan melaporkan lima bandara dan tiga pelabuhan di Nusa Tenggara Timur mengalami kerusakan struktur bangunan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kerusakan infrastruktur penerbangan terdeteksi berupa retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, hingga fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Wilayah terdampak mencakup Bandara Komodo, Bandara H. Hasan Aroeboesman, Bandara Umbu Mehang Kunda, Bandara Frans Sales Lega, dan Bandara Soa.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan keselamatan serta kelancaran operasional transportasi di wilayah Flores pascabencana.

"Di Bandar Udara Soa – Bajawa, berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway dan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung, termasuk adanya retakan baru di beberapa titik," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangannya, Sabtu (15/8).

Dampak getaran gempa juga mengganggu unit pelayanan navigasi penerbangan di Cabang Pembantu Labuan Bajo, Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng. Petugas navigasi di lokasi yang mengalami kerusakan gedung tower terpaksa memindahkan operasional ke area yang lebih aman.

"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," ujar Lukman.

Guna menjaga keandalan arus logistik dan evakuasi, penanganan darurat di sektor penerbangan kini menggunakan mekanisme skema khusus.

"Pemeriksaan kondisi fasilitas dan infrastruktur bandar udara serta fasilitas navigasi penerbangan terus dilakukan. Untuk kesiapan pengiriman bantuan ke masyarakat dilakukan dengan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD)," tutur Lukman.

Selain fasilitas penerbangan, gempa merobohkan dermaga dan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say saat KM Bukit Siguntang sedang bersandar. Kerusakan juga terjadi pada kantor dan terminal Pelabuhan Reo, serta runtuhnya plafon dan dinding retak di Pelabuhan Nangakeo yang mengakibatkan layanan pelayaran perintis dihentikan sementara.

"Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Jajaran UPT Kemenhub di wilayah Nusa Tenggara Timur diinstruksikan untuk terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan operator transportasi guna memastikan keamanan fasilitas transportasi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed