Kemendikdasmen Siapkan Ruang Kelas Darurat Pascagempa NTT
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan pembangunan ruang belajar darurat bagi para siswa yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (14/9/2026). Langkah ini dilakukan dilansir dari Detikcom untuk mengantisipasi datangnya musim hujan dengan menyediakan struktur bangunan yang tahan hingga 4-6 bulan.
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK & PLK) Kemendikdasmen Dr Saryadi, ST, MBA menjelaskan bahwa fasilitas fasilitas darurat yang didistribusikan sebelumnya belum mencukupi. Pemerintah sebelumnya telah menyalurkan 100 tenda kelas darurat bernilai Rp 5,5 miliar yang tersebar di wilayah Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Ngada, dan Ende.
"Satu hal yang menjadi perhatian adalah datangnya musim hujan. Seluruh dinas pendidikan kabupaten menyampaikan bahwa tenda dan termal terdarurat tidak akan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Karena itu, kami mengarahkan penyediaan ruang darurat yang lebih tahan dengan memanfaatkan bahan lokal dan atap yang kuat dengan daya tahan 4-6 bulan," ucap Saryadi.
Upaya tanggap darurat tersebut turut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk mengalihfungsikan 40 tenda pengungsian yang menganggur menjadi ruang belajar. Di sisi lain, warga sekolah dan masyarakat setempat juga berinisiatif mendirikan kelas sementara dari material bambu dan kayu dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) serta Belanja Tidak Terduga daerah.
"Bantuan ini sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kualitas kelas sementara yang telah dibangun swadaya oleh warga sekolah karena kebutuhan ruang kelas sementara jenjang SD saat ini sedang proses penghitungan lebih lanjut dan juga proses verifikasi dan validasi oleh tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Saryadi.
Pemerintah menerapkan kriteria khusus untuk menentukan urutan prioritas penerima bantuan ruang belajar ini.
"Kami juga memprioritaskan sekolah kerusakan berat serta wilayah yang lebih dahulu memasuki musim hujan," sambung Saryadi.
Skema bantuan tahap pertama yang dialokasikan Kemendikdasmen mencakup 672 ruang kelas sementara dengan total dana Rp 3,5 miliar. Bantuan ini didistribusikan senilai Rp 4 juta per ruang kelas bagi 194 satuan PAUD, 12 SLB, dan 372 ruang bagi SD.
"Kemudian 65 ruang kelas sementara bagi SMP, 29 ruang kelas sementara SMA, senilai masing-masing Rp 15 juta per ruang kelas juga akan segera menyusul," sambung Saryadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow