Kemenhub Identifikasi Kerusakan Lima Bandara di NTT Akibat Gempa
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memantau lima bandara di Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,0 pada Sabtu (16/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Pusat gempa utama berada di 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo pada kedalaman 10 kilometer. Gempa susulan bermagnitudo 6,2 kemudian mengguncang wilayah laut 46 kilometer timur laut Labuan Bajo.
Lima fasilitas penerbangan yang mengalami dampak guncangan tersebut mencakup Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandar Udara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandar Udara Frans Sales Lega di Ruteng, dan Bandar Udara Soa di Bajawa.
Kerusakan infrastruktur tercatat terjadi pada bangunan terminal, gedung administrasi, hingga gedung PKP-PK di beberapa lokasi. Di Bandar Udara Soa, laporan awal mengonfirmasi adanya kerusakan sedang pada area landasan pacu serta kemunculan retakan di sejumlah struktur pendukung.
Dampak guncangan juga menyasar unit pelayanan navigasi penerbangan di Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng. Pelayanan navigasi di lokasi yang mengalami kerusakan gedung tower dialihkan sementara ke tempat yang aman.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyampaikan kondisi awal dari penanganan dampak gempa di seluruh area terdampak.
"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa kerusakan dan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya," kata Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Kemenhub mengonfirmasi keselamatan seluruh petugas navigasi di lapangan pascagejala tektonik tersebut.
"Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," ujar Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Pemerintah menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD) guna menyalurkan bantuan kepada masyarakat sembari memprioritaskan keamanan penerbangan.
"Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama," kata Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Penyesuaian operasional dilakukan oleh sejumlah otoritas bandara pascagejala alam tersebut. Bandara Ende menghentikan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026, sementara Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan maskapai Wings Air hingga 22 Agustus 2026.
Di area lain, Bandara Komodo Labuan Bajo mengalami retakan pada taxiway serta area terminal. Meski demikian, fasilitas landasan pacu dan apron di Labuan Bajo dipastikan berada dalam kondisi aman untuk mendukung operasional terbatas.
Pihak pengelola Bandara Komodo menjelaskan penanganan teknis dan pemeriksaan menyeluruh yang telah dilakukan di lapangan.
"Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, tetap melaksanakan operasional penerbangan dengan pembatasan pada area tertentu pascakejadian gempa bumi magnitudo 7,7," kata Ceppy Triono, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Komodo.
Pemeriksaan ketat terhadap seluruh sarana dan fasilitas di Bandara Komodo, Bandara Frans Seda Maumere, serta Bandara Gewayantana Larantuka terus berlangsung dengan skema penyesuaian jadwal penerbangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow