Gempa Pangandaran M 5,3 Picu Pemantauan Garut dan Penghentian Kereta

Smallest Font
Largest Font

Guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,3 yang berpusat di Kabupaten Pangandaran pada Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 21.55 WIB, memicu pemantauan intensif di pesisir Kabupaten Garut dan penghentian sementara operasional kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut merespons guncangan tersebut dengan menginstruksikan pemeriksaan ke seluruh wilayah, terutama kawasan pesisir pantai. Pusat gempa terdeteksi berada di lokasi 79 kilometer barat daya Pangandaran dengan kedalaman 18 kilometer.

Getaran yang dirasakan cukup kuat di wilayah perkotaan Garut membuat sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah. Petugas BPBD hingga saat ini masih mengumpulkan data terkait potensi kerusakan bangunan maupun korban jiwa di setiap kecamatan.

"Iya melakukan pemantauan menindaklanjuti informasi gempa bumi berdasarkan rilis BMKG dengan magnitudo 5,3," kata Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar Saefuloh.

Langkah sigap diambil guna memastikan seluruh wilayah terpantau dengan baik setelah guncangan terjadi.

"Informasikan apabila terdapat dampak di wilayah masing-masing, seperti kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun kondisi lain yang berkaitan dengan kejadian gempa," kata Anwar.

Seorang warga Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota, Agus (55), menceritakan kepanikannya saat merasakan guncangan gempa.

"Saya sedang duduk di ruang tamu, tiba-tiba goyang, ternyata gempa, saat itu langsung keluar," kata Agus.

Di sisi lain, KAI Daop 2 Bandung memberlakukan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi. Getaran gempa dilaporkan terasa di hampir seluruh lintas operasional, seperti jalur Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, hingga Cipatat-Gandasoli.

Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung langsung menginstruksikan seluruh kereta berhenti di stasiun terdekat atau petak jalan. Petugas prasarana kemudian diturunkan untuk memeriksa keandalan jalur rel, jembatan, terowongan, serta wesel.

"Getaran gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya pada lintas dari Stasiun Nagreg hingga Stasiun Banjar, lintas Stasiun Cibatu hingga Stasiun Garut, serta lintas Stasiun Cipatat hingga Stasiun Gandasoli," kata Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo.

Langkah penghentian perjalanan tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan jadwal kereta api demi menjamin keselamatan penumpang.

"Kami memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. Namun langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," kata Kuswardojo.

Pihak manajemen KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi secara berkala.

"Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh KAI, setiap keputusan operasional selalu mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama penyelenggaraan perjalanan kereta api," kata Kuswardojo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed