BMKG Catat 16 Gempa Dirasakan dalam Sepekan, Pangandaran M4.1 Hingga Karatung M6.4

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 16 kali gempa bumi signifikan yang getarannya dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan terakhir hingga Minggu (9/8/2026). Rangkaian getaran ini mencakup gempa dangkal hingga gempa berkedalaman ekstrem dengan variasi magnitudo antara 2,0 hingga 6,4.

Salah satu peristiwa yang memicu kepanikan warga terjadi ketika guncangan akibat aktivitas tektonik dilaporkan mengguncang wilayah Jawa Barat. Pertanyaan seperti "gempa barusan di mana?" sempat ramai diperbincangkan warga di media sosial setelah getaran terasa hingga beberapa daerah tetangga.

Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terasa di Pangandaran terjadi pada Sabtu (8/8/2026) pukul 16.59 WIB dengan magnitudo 4,1. Pusat gempa berada di laut, berjarak 8,22 Lintang Selatan dan 107,89 Bujur Timur atau barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 26 kilometer.

Guncangan dari laut Pangandaran tersebut dirasakan hingga wilayah Tasikmalaya dan Cianjur. BMKG mencatat intensitas getaran berada pada skala MMI II-III, yang berarti getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang di dalam rumah seakan-akan ada truk berat yang melintas.

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,3, Warga Tasikmalaya Panik Keluar Rumah | Tribunnews Manado

Selain Pangandaran, aktivitas seismik di Jawa Tengah juga mencatatkan fenomena unik. Pada Jumat (7/8/2026) pukul 21.07 WIB, gempa bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah 102 kilometer barat laut Jepara. Gempa ini tergolong sangat dalam karena berpusat di kedalaman 560 kilometer di bawah permukaan laut.

Rentetan Gempa Magnitudo Besar di Utara Sulawesi dan Wilayah Lain

Sebelum guncangan di Jawa, guncangan terkuat dalam periode ini melanda wilayah Laut Karatung, Sulawesi Utara. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) pukul 11.14 WIB tersebut mencatatkan kekuatan magnitudo 6,4 dengan kedalaman dangkal 10 kilometer di koordinat 5,60 Lintang Utara dan 125,27 Bujur Timur.

Aktivitas tektonik dengan intensitas sedang hingga tinggi juga terdeteksi di beberapa wilayah perairan strategis lainnya. BMKG mencatat gempa magnitudo 5,0 melanda laut selatan Polewali Mandar serta gempa magnitudo 5,8 di laut barat laut Sangihe.

Rincian Catatan Gempa Signifikan di Indonesia

Berikut adalah data beberapa kejadian gempa bumi yang terdokumentasi oleh BMKG sepanjang periode Agustus 2026:

Daftar Kejadian Gempa Bumi Terpilih Periode Agustus 2026
Tanggal & Waktu (WIB)Lokasi / Pusat GempaMagnitudoKedalaman
5 Agu 2026, 11:14Laut Barat Laut P. Karatung, Sulut6,410 km
7 Agu 2026, 21:07102 km Barat Laut Jepara, Jateng5,0560 km
8 Agu 2026, 16:59Laut Barat Daya Kab. Pangandaran, Jabar4,126 km

Secara umum, sebaran titik episentrum dalam sepekan terakhir melingkupi wilayah West Papua Region, Northern Molucca Sea, Flores Region, Jawa, Sumba, Bali, Sulawesi, Minahassa Peninsula, Kepulauan Talaud, hingga Northern Sumatra dan Seram.

Memahami Parameter dan Skala Dampak Gempa

Banyak masyarakat yang sering mengajukan pertanyaan mengenai fenomena geologi ini, seperti "gempa magnitudo berapa berbahaya?" secara umum. Potensi bahaya tidak hanya ditentukan oleh besarnya angka magnitudo, melainkan juga dipengaruhi oleh kedalaman pusat gempa serta jarak episentrum ke pemukiman penduduk.

Mengenai pertanyaan warga tentang "gempa darat atau laut mana lebih berbahaya?", hal itu sangat bergantung pada parameter geologisnya. Gempa darat dangkal cenderung menimbulkan kerusakan struktur bangunan secara langsung, sedangkan gempa laut bermagnitudo besar dengan kedalaman dangkal berpotensi memicu gelombang tsunami.

Untuk mengukur getaran yang dirasakan manusia di permukaan, BMKG menggunakan Skala Mercalli yang dimodifikasi. Masyarakat dapat mempelajari "apa itu skala MMI gempa" untuk memahami tingkat dampak guncangan, mulai dari skala I yang tidak dirasakan hingga skala XII yang menyebabkan hancurnya bangunan total.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau info gempa real-time BMKG melalui saluran resmi dan tidak terpengaruh oleh isu-isu spekulatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed