Gubernur Sulteng Instruksikan Penanganan Darurat Pascagempa M 6,7
Aparatur pemerintah daerah di Sulawesi Tengah menginisiasi langkah tanggap darurat komprehensif setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa, 16 Juni 2026 pagi. Langkah cepat ini mencakup instruksi penanganan korban dari tingkat provinsi hingga rekayasa lalu lintas akibat kerusakan infrastruktur vital di Kota Palu.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid langsung mengeluarkan instruksi kepada Wali Kota Palu, Bupati Donggala, Bupati Parigi Moutong, dan Bupati Poso. Prioritas utama ditargetkan pada evakuasi korban luka, penyediaan tempat pengungsian, serta pendirian dapur umum bagi warga terdampak.
"Kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, terkait gempa bumi yang baru saja terjadi dan hingga saat ini masih diikuti gempa susulan, saya mengimbau agar tetap tenang dan tidak panik," ujar Anwar dalam video di akun Instagram pribadinya saat berada di Jakarta.
Anwar menyatakan bahwa dirinya terus memantau situasi dari ibu kota dan rutin melakukan koordinasi dengan tim cepat tanggap di daerah.
"Saya terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan jajaran tim cepat tanggap darurat di daerah, termasuk bersama para kepala daerah," katanya melanjutkan.
Gubernur menegaskan komitmennya untuk segera mendarat di Sulawesi Tengah demi meninjau langsung area yang mengalami dampak kerusakan parah.
"Insya Allah malam ini saya kembali ke Sulawesi Tengah dan langsung meninjau kondisi di lokasi terdampak. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi," ucap Anwar.
Melalui koordinasi tersebut, Anwar menggarisbawahi pentingnya pemenuhan kebutuhan logistik dasar agar psikologis masyarakat tetap terjaga di masa darurat.
"Kalau ada korban luka-luka dan sebagainya, itu yang harus lebih dulu ditangani. Kemudian dibuatkan posko sebagai tempat penampungan sementara dan segera didirikan dapur umum agar masyarakat bisa merasa lebih tenang," kata Anwar.
Sementara itu, penutupan total diberlakukan pada akses lalu lintas Jembatan Palu III oleh Pemerintah Kota Palu setelah terdeteksi adanya kerusakan struktur. Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian langsung mengalihkan arus kendaraan ke beberapa jalur alternatif, seperti Jembatan Palu IV dan Jembatan Palu I, guna mencegah risiko fatal akibat guncangan susulan.
"Penutupan sementara akses berdasarkan instruksi kepala daerah, terjadi beberapa kendala pada bagian jembatan setelah diguncang gempa," kata Trinso Yunianto, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, seperti dikutip dari Antara.
Petugas gabungan dari kedinasan terkait dan kepolisian telah disiagakan penuh pada titik-titik pengalihan arus sambil memasang rambu petunjuk arah baru.
"Rambu-rambu sudah di pasang. Petugas dari kepolisian dan Dishub juga sudah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas," ujarnya menjelaskan teknis di lapangan.
Langkah sterilisasi ini dipertahankan sembari menunggu hasil pemeriksaan kelayakan struktur jembatan secara menyeluruh oleh tim teknis khusus.
"Kami berharap masyarakat memahami situasi saat ini. Bagi pengguna jalan kami mengimbau patuhi rambu-rambu lalu lintas guna menghindari kecelakaan," ucap Trinso.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 14.30 WITA, aktivitas seismik di darat berkedalaman 10 kilometer tersebut telah memicu kemunculan 71 kali gempa susulan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow