Gempa Terjang Sulteng dan NTT UMY Pastikan 61 Mahasiswa KKN Selamat

Smallest Font
Largest Font

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memastikan 61 mahasiswa peserta kuliah kerja nyata di Nusa Tenggara Timur selamat usai gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang daerah tersebut pada Sabtu pagi. Di saat bersamaan, gempa magnitudo 6,2 turut mengguncang Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (15/8/2026) pukul 23.25 WIB.

Perwakilan mahasiswa KKN UMY Didan Oktanova Hermawan menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa beserta masyarakat sekitar dievakuasi ke area perbukitan setelah menyalanya peringatan dini potensi tsunami.

"Gempa Mag:6.2, 15-Aug-26 23:25:19 WIB, Loc:0.25 N,120.22 E (74 km Southwest of PARIGIMOUTONG-CENTRAL SULAWESI), Depth:44 Km, no tsunami potential," tulis BMKG di X, seperti dikutip, pada Minggu (16/8/2026) dini hari.

Pusat lindu di Sulawesi Tengah terdeteksi pada kedalaman 44 kilometer di koordinat 0,25 Lintang Utara dan 120,22 Bujur Timur, atau 74 kilometer barat daya Parigi Moutong. Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa di Parigi Moutong.

"Kondisi kelompok kami, alhamdulillah aman. Saat gempa susulan ketiga, kami telah menyiapkan barang-barang penting dan langsung mengungsi bersama warga ke bukit," katanya.

Sebanyak 61 mahasiswa tersebut terbagi dalam dua kelompok, yaitu Kelompok Gema Pelita Nusantara yang beranggotakan 26 orang di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, serta kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara yang diisi 35 orang di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Evakuasi di NTT mendahulukan kelompok rentan serta perempuan, di mana mahasiswa dan warga kini berada di tenda pengungsian perbukitan dengan pengawasan dosen pembimbing lapangan.

"Keselamatan mahasiswa merupakan prioritas utama. Jika kondisi lapangan tidak memungkinkan, mahasiswa akan kami tarik. Namun, kami asesmen terlebih dahulu apakah mereka dapat dilibatkan dalam penanganan bencana di lokasi," katanya dalam rilis.

Perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian UMY Al-Afik menyatakan kampus terus melakukan pemantauan dan menginstruksikan dosen pembimbing lapangan untuk melakukan asesmen menyeluruh guna menentukan kelanjutan program KKN.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed