Gunung Anak Krakatau Alami Erupsi Menerus Selama 25 Jam di Selat Sunda

Smallest Font
Largest Font

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB, menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Erupsi ini menghasilkan kepulan material vulkanik yang membubung tinggi dan suara gemuruh yang terdengar dari sekitar gunung. Setelah episode erupsi menerus berakhir, aktivitas gunung berlanjut dengan erupsi strombolian yang khas.

PVMBG mencatat selama periode 6-7 September 2026, erupsi strombolian menghasilkan kolom abu berwarna hitam setinggi maksimum 300 meter di atas puncak Anak Krakatau.

Secara instrumental, PVMBG merekam 3 gempa erupsi, 62 gempa hembusan, 54 gempa harmonik, 174 gempa frekuensi rendah, dan 198 gempa hybrid. Energi aktivitas vulkanik yang diukur dengan nilai RSAM sempat meningkat pada 5 September, lalu menurun pada 6 September.

Data deformasi gunung belum menunjukkan perubahan signifikan yang menandakan peningkatan tekanan secara cepat. PVMBG menilai episode erupsi menerus ini telah berakhir, namun dinamika vulkanik Anak Krakatau masih tinggi dan potensi erupsi kembali tetap ada.

PVMBG mengingatkan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, awan panas, dan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Status Gunung Anak Krakatau tetap di Level III (Siaga), dengan larangan bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaku pelayaran untuk memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

PVMBG juga memastikan erupsi saat ini tidak memicu tsunami, dan meminta masyarakat pesisir Banten serta Lampung untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi, dilansir dari Detik iNET.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed