5 Hal Penting Penggunaan Masker saat Bencana Abu Vulkanik

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik membuat masker kembali diburu masyarakat untuk mencegah masalah saluran pernapasan. Praktisi kesehatan dari RS Paru Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), membeberkan 5 hal penting terkait penggunaan masker yang wajib diketahui saat menghadapi bencana abu vulkanik.

  • Jenis Masker yang Direkomendasikan — Masker respirator seperti N95, KN95, atau FFP2 adalah pilihan paling ideal karena memiliki kemampuan filtrasi di atas 95 persen terhadap partikel halus. Masker bedah biasa dengan daya filtrasi 50 hingga 60 persen dapat menjadi alternatif jika respirator sulit didapat, sedangkan masker kain tidak disarankan karena daya filtrasinya sangat rendah sekitar 10 persen.
  • Membasahi Masker Justru Sangat Berbahaya — Membasahi masker dengan air adalah mitos membahayakan karena masker lembab dapat menjadi sarang pertumbuhan virus, bakteri, dan jamur pemicu ISPA. Selain itu, kandungan silika dan mineral batuan dalam abu vulkanik yang terkena air akan menempel keras membentuk lapisan mirip semen yang dapat menyumbat aliran udara dan memicu sesak napas.
  • Efektivitas Menumpuk (Double) Masker — Merangkap dua masker bedah diperbolehkan untuk meningkatkan perlindungan filtrasi terhadap partikel halus dibandingkan merangkap masker kain dengan masker bedah. Meski demikian, masker tetap harus diganti secara berkala setiap 6 sampai 8 jam karena uap air dari napas dapat membuat bagian dalam masker lembab dan berisiko menjadi sumber infeksi.
  • Stop Mencuci Ulang Masker! — Masker bedah maupun respirator N95 dan KN95 didesain khusus untuk sekali pakai (single use) sehingga akan rusak jika terkena air atau bahan pembersih. Pencucian pada masker kain juga tidak disarankan karena justru akan melebarkan pori-pori serat kain dan semakin menurunkan kemampuan filtrasinya.
  • Alasan Tidak Perlu Panic Buying — Masyarakat diimbau tidak melakukan aksi borong masker karena masker hanyalah alat pelindung diri pelengkap saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. Langkah pencegahan paling efektif adalah berdiam di rumah, menutup rapat pintu dan jendela, memanfaatkan air purifier, serta menggunakan mode recirculate pada AC.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed