Harga Batu Bara Hari Ini 2 Juni 2026 Naik Menjadi 140,30 USD per Ton

Smallest Font
Largest Font

Harga batu bara termal dunia hari ini, Selasa, 2 Juni 2026, terpantau kembali bergerak menguat hingga menyentuh level 140,30 USD per metrik ton. Berdasarkan data perdagangan terbaru, kontrak berjangka komoditas energi ini mencatatkan kenaikan sebesar 2,60 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Kenaikan ini menegaskan momentum penguatan komoditas energi fosil di pasar internasional dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan positif tersebut dipengaruhi oleh dinamika permintaan global yang tetap solid di tengah pembatasan pasokan di sejumlah negara produsen utama.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Tren Kinerja Kontrak Berjangka Global

Menurut data komoditas dari Trading Economics, harga batu bara telah menunjukkan performa yang cukup impresif. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, komoditas andalan ekspor ini sudah menguat sebesar 4,70 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, lonjakan harga batu bara bahkan mencapai 35,82 persen. Tren kenaikan ini memberikan dampak signifikan terhadap struktur penerimaan negara bagi negara-negara eksportir, termasuk Indonesia.

Pergerakan positif ini juga tercermin secara mendalam pada statistik globalCOAL Newcastle Coal Futures. Berdasarkan laporan terkini dari TradingView, performa instrumen ini mencatatkan pertumbuhan hijau di hampir semua lini modalitas waktu perdagangan.

Berikut adalah rincian statistik performa historis dari kontrak berjangka globalCOAL Newcastle Coal Futures berdasarkan sirkuit perdagangan berkala:

Tabel Performa Historis globalCOAL Newcastle Coal Futures
Periode WaktuPersentase Perubahan
1 Hari+3,18%
5 Hari+1,94%
1 Bulan+5,01%
6 Bulan+32,57%
Year to Date (YTD)+36,64%
1 Tahun+36,32%
5 Tahun+25,38%
10 Tahun+170,60%
Harga Batubara Naik, Pemerintah Optimistis jadi Tambahan Penerimaan Negara | IDN Financials

Konteks Historis Pasar Komoditas

Meskipun saat ini harga batu bara sedang merangkak naik menuju angka kisaran 137 hingga 140,30 USD per metrik ton, nominal ini masih jauh di bawah rekor tertingginya. Pasar mencatat komoditas ini pernah mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar 457,80 USD per metrik ton pada September 2022 lalu.

Di sisi lain, catatan historis dalam rentang data tahun 2008 hingga 2026 menunjukkan nilai terendah komoditas ini berada di angka 48,40 USD per metrik ton. Fluktuasi yang lebar ini menunjukkan betapa sensitifnya sektor energi terhadap geopolitik dan kebijakan transisi energi global.

Sejumlah faktor domestik maupun eksternal diperkirakan masih menjadi motor utama penggerak volatilitas harga di sisa kuartal kedua ini. Beberapa indikator penting yang perlu dipantau oleh pelaku industri energi dalam beberapa minggu ke depan meliputi:

  • Tingkat permintaan pembangkit listrik musiman di kawasan Asia Timur.
  • Kebijakan kuota produksi dan regulasi keselamatan tambang di negara produsen.
  • Fluktuasi harga komoditas substitusi seperti gas alam cair.

Kondisi pasar yang dinamis ini menuntut para pelaku usaha dan emiten pertambangan domestik untuk terus mengoptimalkan efisiensi biaya operasional. Langkah mitigasi risiko juga diperlukan guna menghadapi potensi pembalikan arah harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed