Pertamina dan SPBU Swasta Kompak Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
Sejumlah badan usaha penyalur bahan bakar minyak resmi menyesuaikan tarif produk nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia pada Juli 2026 dengan penurunan harga yang signifikan untuk jenis diesel dan bensin beroktan tinggi.
Evaluasi berkala yang dilakukan oleh Pertamina, Shell Indonesia, dan BP-AKR ini membuat harga beberapa produk lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar dipastikan tetap tidak berubah.
Kebijakan penurunan harga ini dipengaruhi oleh dinamika pasar energi global, pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar mata uang, serta regulasi lokal terkait Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang berbeda di setiap wilayah.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa penyesuaian tarif berkala tersebut dilakukan dengan mengikuti regulasi dan mekanisme pasar yang berlaku di industri migas.
"Sesuai yang kita ketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujar Kitty.
Pertamina mencatat penurunan terbesar terjadi pada lini Dex Series, di mana Pertamina Dex turun sekitar 15 persen menjadi Rp21.150 per liter, Dexlite turun menjadi Rp19.700 per liter, dan Pertamax Turbo menjadi Rp19.300 per liter untuk wilayah Jabodetabek.
Langkah penurunan tarif produk diesel ini juga diikuti oleh penyalur swasta seperti Shell yang mematok Shell V-Power Diesel seharga Rp21.340 per liter, serta BP-AKR yang menetapkan BP Ultimate Diesel pada harga Rp21.340 per liter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow