Harga Bitcoin Turun ke Level USD 63557 Hari Ini Akibat Aksi Jual Saham Wall Street
Harga Bitcoin hari ini, Sabtu, 18 Juli 2026, terpantau mengalami penurunan hingga ke level USD 63.557 setelah mendapatkan penolakan teknis pada indikator pergerakan harga pasar kripto global. Penurunan performa aset kripto terbesar ini terjadi seiring dengan melemahnya bursa saham utama Amerika Serikat akibat aksi jual masif.
Koreksi yang terjadi pada perdagangan akhir pekan ini membuat pergerakan aset kripto utama berada di zona merah. Para pelaku pasar global mulai mencermati volatilitas yang meningkat setelah dinamika ekonomi makro dan saham teknologi di Wall Street ikut anjlok dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pasar global, penyebab bitcoin turun hari ini dipengaruhi langsung oleh sentimen negatif dari bursa saham teknologi Amerika Serikat. Aksi jual besar-besaran di Wall Street menciptakan efek domino yang membuat investor cenderung membatasi paparan risiko mereka di aset digital, sehingga menyebabkan aset utama seperti Bitcoin kehilangan momentum penguatan.
Secara teknis, pergerakan harga Bitcoin (BTC) terhenti dan mengalami penolakan keras setelah menyentuh level Exponential Moving Average (EMA) 50-hari. Kegagalan menembus titik jenuh atas ini memaksa harga merosot ke bawah level USD 63.600, tepatnya bertengger di kisaran USD 63.557 per koin.
Statistik Perbandingan Data Historis Bitcoin
Meskipun kondisi pasar hari ini melemah, data historis menunjukkan Bitcoin sempat menunjukkan performa positif dalam rentang mingguan. Pada pemantauan sebelumnya di hari Jumat pukul 06.30 WIB, BTC sempat diperdagangkan di sekitar USD 63.719 setelah berfluktuasi aktif dalam rentang harga USD 63.000 hingga USD 64.500.
Secara akumulatif, dalam sepekan terakhir Bitcoin sebenarnya sempat mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,84 persen ke angka USD 63.717,84 atau setara dengan Rp1,14 miliar jika dihitung menggunakan kurs rupiah sebesar Rp17.986. Namun, penurunan sebesar 1,55 persen dalam 24 jam terakhir serta pelemahan 0,28 persen dalam satu jam terakhir memastikan bahwa tren jangka pendek saat ini didominasi oleh koreksi massal yang menjawab pertanyaan investor mengenai "kenapa pasar kripto merah" hari ini.
Kondisi Kapitalisasi Pasar dan Volume Transaksi Global
Untuk memahami kondisi kesehatan industri digital, investor global umumnya mengacu pada nilai total kepemilikan aset secara menyeluruh. Otoritas data aset digital mencatat kekuatan pasar Bitcoin masih sangat dominan meskipun berada di tengah tekanan jual yang tinggi.
Saat ini, kapitalisasi pasar total untuk Bitcoin tercatat mencapai angka USD 1,286 triliun, atau berkisar pada angka 1,27 triliun dollar AS (setara dengan Rp22.850 triliun). Angka ini menunjukkan bahwa minat jangka panjang terhadap komoditas kripto ini masih tetap tinggi di kalangan institusi maupun ritel.
Berikut adalah rincian data transaksi dan pasokan Bitcoin di pasar global yang tercatat pada hari ini:
| Indikator Pasar Kripto | Nilai Statistik Faktual |
|---|---|
| Kapitalisasi Pasar Kontrak | USD 1,286 Triliun |
| Valuasi Terdilusi Penuh (FDV) | USD 1,286 Triliun |
| Rasio Kap Pasar / FDV | 1 |
| Volume Transaksi 24 Jam | USD 28,998 Miliar |
| Pasokan Beredar Saat Ini | 20.057.625 BTC |
| Total Pasokan Tersedia | 20.058 Juta BTC |
| Pasokan Maksimum Sesuai Kode | 21.000.000 BTC |
| Kepemilikan Perbendaharaan Publik/Negara | 1.904.508 BTC |
Cara Hitung Kapitalisasi Pasar Kripto Secara Global
Dalam memetakan kondisi pergerakan harga, platform pelacak aset digital global menggunakan mekanisme perhitungan yang ketat dan transparan. Langkah ini dilakukan guna meminimalkan manipulasi harga lokal di bursa tertentu.
Metode atau cara hitung kapitalisasi pasar kripto dilakukan secara real-time dengan menggunakan rumus rata-rata tertimbang volume global. Sistem ini mengumpulkan, menyaring, dan mengintegrasikan seluruh data transaksi yang masuk dari 182 bursa kripto internasional dan mencakup total 1.957 pasar aktif di seluruh dunia.
Dampak Sentimen Makroekonomi Terhadap Altcoin
Penurunan tajam Bitcoin di bawah garis EMA 50-hari secara langsung memengaruhi pergerakan aset kripto utama lainnya (altcoin). Beberapa aset kripto papan atas seperti Ethereum (ETH) dan Ripple (XRP) juga dilaporkan tertahan akibat tekanan jual regional yang serupa di pasar keuangan global.
Laporan analisis pasar harian dari FXStreet menunjukkan bahwa pergerakan harga ETH ikut terhenti di bawah indikator EMA utamanya akibat sentimen negatif makroekonomi ini. Sementara itu, XRP terpantau masih berupaya keras untuk bertahan di area level support penting guna menghindari kejatuhan harga yang lebih dalam.
Informasi ini bukan saran investasi. Transaksi perdagangan aset kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan resmi sebelum mengambil keputusan finansial.
Hingga saat ini, total kepemilikan perbendaharaan institusi publik serta pemerintahan dunia tercatat masih mengunci sebanyak 1.904.508 BTC dari total pasokan maksimum yang dibatasi secara teoritis oleh kode sebanyak 21 juta BTC. Pergerakan pasar ke depan akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi Amerika Serikat serta stabilitas saham sektor teknologi pada pembukaan bursa awal pekan mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow