Harga Emas Dunia Turun ke US$4018 per Ons Troi Senin Ini Akibat Tekanan Inflasi Global
Harga emas dunia hari ini 20 Juli 2026 melemah ke level US$4.018 per ons troi akibat tekanan inflasi global yang dipicu oleh lonjakan harga energi di pasar internasional. Tren negatif komoditas logam mulia ini memperpanjang penurunan sebesar 2,5 persen sepanjang pekan lalu sekaligus mencatatkan pelemahan selama dua minggu berturut-turut.
Kondisi pasar komoditas global pada hari Senin ini juga ditandai dengan lonjakan tajam harga minyak mentah hingga 16 persen karena eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pemotongan produksi sepihak oleh beberapa negara anggota OPEC+. Kenaikan harga energi tersebut langsung memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi lebih lanjut.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaib, menjelaskan bahwa pergerakan harga komoditas logam mulia saat ini sangat dibayangi oleh proyeksi kebijakan moneter ketat di tingkat global. Risiko inflasi yang merangkak naik berpotensi memengaruhi langkah bank sentral Amerika Serikat dalam menentukan kebijakan moneter mereka ke depan.
"Jika inflasi kembali meningkat, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan tidak menutup kemungkinan kembali menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas dunia maupun logam mulia," kata Ibrahim Assuaib.
Proyeksi Teknis dan Analisis Pergerakan Pasar
Berdasarkan analisis teknikal dari Dupoin Futures, pergerakan harga emas dunia saat ini masih tertahan di bawah area resistensi penting yang membuat momentum pembalikan arah menjadi sulit. Para pembeli di pasar berjangka dinilai belum mampu memberikan dorongan yang cukup signifikan untuk membalikkan keadaan keuangan pasar komoditas.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menegaskan bahwa tren penurunan atau bearish pada pergerakan harga komoditas ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi teknikal menunjukkan posisi indikator pergerakan yang belum berpihak pada penguatan harga secara jangka pendek.
"Buyer masih belum mampu mengambil alih kendali pasar. Selama harga belum mampu melakukan penutupan di atas area resistance, tren bearish diperkirakan masih berlanjut," ujar Geraldo Kofit.
Peta Support dan Resistance Sepekan
Secara lebih terperinci, PT Traze Andalan Futures memproyeksikan harga emas dunia dalam sepekan ke depan akan bergerak fluktuatif pada rentang US$3.856 hingga US$4.149 per troy ounce. Titik batas bawah pertama diprediksi berada pada level US$3.970 per troy ounce, sementara batas atas pertama tertahan di level US$4.063 per troy ounce.
Di sisi lain, analisis dari Dupoin Futures menunjukkan bahwa area batas bawah terdekat kini berada di level 3.942. Jika pergerakan pasar menembus ke bawah level sensitif tersebut, harga berpotensi mengalami pelemahan lanjutan yang cukup dalam menuju kisaran 3.782, seiring posisi Moving Average 21 yang bertindak sebagai resistensi dinamis di atas harga saat ini.
Analisis Alternatif Forex.com
Laporan teknikal dari Forex.com memperkuat sinyal penurunan setelah harga emas terkonfirmasi berada di bawah garis tren penurunan serta indikator EMA 21 hari. Fenomena persilangan turun atau death cross antara MA 50 hari dan 200 hari menjadi indikasi kuat bagi pelaku pasar bahwa tekanan jual masih mendominasi perdagangan.
Apabila harga emas dunia hari ini ditutup di bawah level psikologis US$4.000 per ons troi, maka penurunan diprediksi akan berlanjut ke kisaran area US$3.900 hingga US$3.800 per ons troi. Namun, jika terjadi rebound atau kebangkitan volume beli, area resistensi yang harus dilewati berada pada level US$4.136, US$4.200, dan US$4.275 per ons troi.
Dampak Terhadap Harga Emas Batangan Domestik
Penurunan di pasar global turut memengaruhi ekspektasi pergerakan harga emas batangan domestik yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Dalam jangka pendek, harga emas Antam diproyeksikan akan bergerak dinamis dalam rentang antara Rp2.430.000 hingga Rp2.720.000 per gram.
Untuk perdagangan hari Senin ini, terdapat tiga skenario pergerakan harga domestik yang mungkin terjadi di pasar lokal. Skenario utama memprediksi harga akan bertahan stagnan di sekitar harga sebelumnya, sementara skenario koreksi tipis membayangi jika terjadi aksi ambil untung oleh investor domestik.
Sebaliknya, skenario positif tetap membuka peluang kenaikan tipis sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per gram yang dapat membawa harga emas Antam ke kisaran Rp2.619.000 hingga Rp2.624.000 per gram. Rincian data target pergerakan komoditas ini secara lengkap dapat dicermati pada indikator perdagangan berikut.
| Instrumen Komoditas | Batas Bawah (Support) | Batas Atas (Resistance) |
|---|---|---|
| Emas Dunia (Traze) | US$3.970 per ons troi | US$4.063 per ons troi |
| Emas Dunia (Dupoin) | 3.942 | – |
| Emas Antam Domestik | Rp2.430.000 per gram | Rp2.720.000 per gram |
Fluktuasi harga komoditas logam mulia di pasar internasional saat ini masih terus dipantau oleh para pelaku pasar global guna mengantisipasi arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow