Harga Emas Dunia Hari Ini Naik 1,05 Persen Sentuh 4.655,50 USD per Troy Ons
Harga emas berjangka dunia naik 1,05 persen atau 48,15 poin pada perdagangan Senin (24 Agustus 2026), menyentuh level 4.655,50 USD per troy ons. Kenaikan ini mencerminkan tren positif yang berlanjut di pasar komoditas global, menarik perhatian investor di tengah ketidakpastian ekonomi.
Berdasarkan data dari Trading Economics, harga emas membuka perdagangan di level 4.652 USD/oz, dengan titik tertinggi dan terendah hari itu masing-masing 4.652 USD/oz dan 4.651 USD/oz. Penutupan perdagangan pada hari yang sama tercatat di angka 4.652 USD/oz, sebelum akhirnya melonjak ke level tertinggi hari ini.
Pergerakan Harga Emas Berdasarkan Kadar
Harga emas juga bervariasi berdasarkan kadar kemurniannya. Berikut rincian harga emas per gram dan per troy ons untuk berbagai kadar, dilansir dari Goldpedia:
| Kadar Emas | Harga per Gram (USD) | Harga per Troy Ons (USD) | |------------|----------------------|---------------------------| | 24K | 151,41 | 4.709,53 | | 22K | 138,82 | 4.317,66 | | 21K | 132,50 | 4.121,25 | | 18K | 113,57 | 3.532,50 | | 14K | 88,33 | 2.747,34 | | 10K | 63,10 | 1.962,66 |
Rekor dan Prediksi Harga Emas 2026
Harga emas dunia sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada Januari 2026, yaitu 5.608,35 USD per troy ons. Meskipun saat ini belum menyentuh level tersebut, prediksi pasar menunjukkan optimisme yang tinggi. Menurut Trading Economics, harga emas diprediksi akan mencapai 4.653,07 USD/oz di akhir kuartal ini dan melonjak hingga 5.044,13 USD/oz dalam 12 bulan ke depan.
Kenaikan harga emas hari ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk melemahnya dolar AS dan meningkatnya permintaan sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor cenderung beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak pasar.
Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Emas
Fluktuasi harga emas sering dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya:
- Kebijakan The Federal Reserve (The Fed): Suku bunga AS yang tinggi cenderung melemahkan harga emas, karena aset berdenominasi dolar menjadi lebih menarik.
- Permintaan Global: Permintaan dari negara-negara seperti China dan India, yang merupakan konsumen emas terbesar, berpengaruh signifikan terhadap harga.
- Ketidakpastian Geopolitik: Konflik atau ketegangan internasional sering mendorong investor untuk membeli emas sebagai aset aman.
- Inflasi: Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sehingga kenaikan harga barang dan jasa dapat mendorong permintaan emas.
Menurut analis pasar, pertanyaan seperti "mengapa harga emas naik turun" sering muncul di kalangan investor pemula. Jawabannya tidak pernah sederhana, karena harga emas dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi dan sentimen pasar yang kompleks.
Disclaimer
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu.
Hingga artikel ini diturunkan, harga emas dunia terus dipantau oleh pelaku pasar untuk melihat apakah tren kenaikan akan berlanjut atau justru mengalami koreksi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow