Harga Kakao Dunia Turun ke Level 3898 USD per Ton Perdagangan Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga kakao internasional melemah tipis pada perdagangan hari ini, Selasa, 2 Juni 2026. Berdasarkan data pasar komoditas berjangka, nilai komoditas bahan baku cokelat tersebut kini bertengger di kisaran 3.898,19 USD per metrik ton.

Penurunan ini mencerminkan koreksi sebesar 0,63 persen dari hari sebelumnya, ketika harga sempat bertahan di level 3.899,00 USD per metrik ton. Pergerakan ini dipengaruhi oleh dinamika pasokan di bursa berjangka internasional.

Meskipun mengalami penurunan harian, grafik bulanan menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Sepatutnya dicatat bahwa selama sebulan terakhir, harga coklat mentah dunia ini sebenarnya masih membukukan kenaikan tipis sekitar 0,39 persen.

Laporan dari Trading Economics mengindikasikan bahwa koreksi harga belakangan ini dipicu oleh peningkatan stok. Persediaan kakao di gudang Intercontinental Exchange (ICE) terpantau mengalami tren kenaikan yang cukup signifikan.

Data per 29 Mei mencatat persediaan kakao ICE melonjak hingga mencapai 2.846.957 kantong. Volume tersebut menjadi salah satu pencapaian persediaan tertinggi dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 26 Mei, stok juga sempat berada di angka 2.745.277 kantong. Pasokan yang melimpah di gudang bursa New York ini menjadi salah satu penyebab harga kakao turun dalam jangka pendek.

Sebagai informasi bagi para pelaku usaha, ukuran setiap kontrak kakao di bursa berjangka New York adalah 10 metrik ton. Fluktuasi di bursa ini menjadi acuan langsung pergerakan harga komoditas global.

Ada Gangguan Pasokan Harga Cokelat Bakal Melonjak | KOMPASTV PALU

Jika menilik ke belakang, harga saat ini sudah jauh lebih rendah dibandingkan periode puncak. Kakao pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Desember 2024 silam dengan menembus angka 12.906,00 USD per metrik ton.

Bila dibandingkan dengan posisi setahun yang lalu, tingkat harga saat ini tercatat 58,89 persen lebih rendah. Namun, harga di atas 3.800 USD ini masih jauh di atas level terendah historisnya sejak tahun 1959.

Peta Produksi Global dan Dampak Terhadap Industri

Negara produsen utama dunia memegang peranan krusial terhadap pergerakan angka ini. Pantai Gading dan Ghana saat ini masih menguasai produksi dengan menyuplai lebih dari 60 persen kebutuhan kakao dunia.

Selain kedua negara Afrika Barat tersebut, terdapat beberapa daerah penghasil kakao terbesar lainnya di dunia. Negara-negara tersebut meliputi Indonesia, Nigeria, Kamerun, Ekuador, dan Brasil.

Faktor cuaca, penyakit tanaman, serta regulasi ekspor di negara-negara produsen tersebut merupakan komponen utama sebagai faktor yang mempengaruhi harga kakao di pasar internasional dari waktu ke waktu.

Perubahan harga di tingkat global ini secara bertahap akan memengaruhi nilai jual di tingkat lokal. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut menentukan konversi harga komoditas ini di dalam negeri.

Perbandingan Harga Komoditas Kakao

Untuk melihat peta perkembangan harga komoditas ini, berikut adalah tabel referensi data harga kakao berjangka berdasarkan catatan historis pasar:

Tabel Pergerakan Harga Kakao Internasional
Periode ReferensiNilai Kontrak (USD/Ton)Persentase Perubahan
Mei 2025 (Acuan Historis)9.865,00
Mei 2026 (Bulan Lalu)3.883,00+0,39%
1 Juni 2026 (Kemarin)3.899,00
2 Juni 2026 (Hari Ini)3.898,19-0,63%

Bagi para petani domestik, pemahaman mengenai rantai pasok global sangat penting untuk menganalisis "kenapa harga kakao naik" atau turun di tingkat pengepul. Standar kualitas pasca-panen juga membedakan nilai jual secara signifikan.

Di pasar domestik Indonesia, harga komoditas pertanian ini dibedakan berdasarkan proses pengolahannya. Jenis kakao yang telah melalui proses fermentasi memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi di industri.

Berdasarkan data harga produsen komoditas pertanian, terdapat perbedaan mencolok antara produk fermentasi dan non-fermentasi. Kakao fermentasi dihargai Rp90.000 per kilogram, sedangkan jenis non-fermentasi berada di angka Rp40.000 per kilogram.

Informasi harga ini menjadi panduan penting bagi para petani dalam menentukan masa jual. Berikut adalah rangkuman faktor-faktor utama yang mengendalikan pergerakan harga bahan baku cokelat saat ini:

  • Volume persediaan di gudang bursa berjangka ICE New York.
  • Kondisi iklim dan volume panen di Pantai Gading serta Ghana.
  • Tingkat permintaan dari industri manufaktur cokelat global.
  • Proses pengolahan biji kakao di tingkat petani lokal (fermentasi vs non-fermentasi).

Bagi pelaku industri kreatif dan pengolahan makanan, fluktuasi ini menjadi dasar dalam kalkulasi biaya produksi harian. Pemantauan berkala terhadap bursa komoditas berjangka direkomendasikan untuk mengantisipasi perubahan harga bahan baku.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Dinas pertanian di berbagai daerah terus mendorong para petani lokal untuk beralih ke metode fermentasi. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah ketidakpastian harga pasar internasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed