Harga Karet Dunia Hari Ini 13 Juli 2026 Menguat Signifikan Dipicu Tren Bursa TOCOM dan SHFE

Smallest Font
Largest Font

Harga karet dunia terbaru pada hari ini, Senin (13/7/2026), menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan di sejumlah bursa komoditas utama global. Kenaikan harga di pasar internasional ini dipicu oleh akumulasi tren positif sepanjang pekan lalu, khususnya pada penutupan bursa komoditas akhir pekan di Tokyo dan Shanghai.

Penguatan harga komoditas andalan ini memberikan angin segar bagi pasar global di tengah ketatnya regulasi perdagangan internasional. Berdasarkan data perdagangan akhir pekan, pergerakan positif ini didominasi oleh kontrak berjangka di Asia yang menjadi acuan utama pergerakan komoditas karet dunia.

Menurut laporan berkala dari bursa internasional yang dilansir oleh Vietnam.vn, pergerakan harga karet di bursa Tokyo (TOCOM) dan Shanghai (SHFE) bergerak kompak di zona hijau. Harga RSS3 di Bursa Komoditas TOCOM Tokyo untuk pengiriman Agustus 2026 ditutup pada level 415,5 yen per kilogram, mencatatkan kenaikan sebesar 3,23 persen jika dibandingkan dengan posisi pekan lalu.

Kenaikan ini juga berjalan selaras dengan penguatan mata uang Yen Jepang di pasar valuta asing. Mata uang Yen dilaporkan menguat sebesar 0,46 persen menjadi 161,64 yen per dolar AS pada penutupan perdagangan hari Jumat sebelum akhir pekan.

Pergerakan di Pasar China dan Thailand

Di pasar China, harga kontrak berjangka untuk pengiriman Agustus 2026 di Shanghai Futures Exchange (SHFE) bertahan di level 16.795 yuan per ton atau setara 16.795 CNY per kilogram. Angka ini merefleksikan pertumbuhan tipis sebesar 0,63 persen dibanding minggu sebelumnya, yang menunjukkan permintaan domestik China yang masih solid.

Sementara itu, harga kontrak berjangka di Thailand juga memperlihatkan performa yang sangat kokoh. Harga karet di negara produsen utama tersebut stabil di angka 91,3 baht per kilogram, melonjak signifikan sebesar 5,67 persen dibanding pencapaian minggu lalu.

Pengecualian Penurunan di Bursa Singapura

Meskipun mayoritas bursa utama mengalami penguatan, koreksi minor justru terjadi di bursa Singapura (SICOM). Kontrak karet untuk pengiriman Agustus di bursa SICOM ditutup pada level 215 sen AS per kilogram, mengalami penurunan tipis sebesar 1 persen dari sesi perdagangan sebelumnya.

Perkembangan Terbaru Harga Getah Karet Global Mengalami Kenaikan Tipis | minimalis canel

Daftar Harga Karet Internasional Berdasarkan Wilayah Perdagangan

Untuk mempermudah pemetaan situasi pasar, berikut adalah rangkuman data perbandingan harga komoditas karet berjangka di berbagai bursa dunia yang tercatat menjelang pekan ini:

Tabel Pergerakan Harga Karet Berjangka di Bursa Global per Juli 2026
Bursa KomoditasKontrak PengirimanHarga ResmiPerubahan Mingguan
TOCOM (Tokyo)Agustus 2026415,5 yen/kgNaik 3,23%
SHFE (Shanghai)Agustus 202616.795 yuan/tonNaik 0,63%
Thailand BerjangkaAgustus 202691,3 baht/kgNaik 5,67%
SICOM (Singapura)Agustus 2026215 sen AS/kgTurun 1,00%

Sentimen Global dan Regulasi Pasar yang Mempengaruhi Dagang Karet

Pergerakan harga komoditas ini tidak lepas dari berbagai kebijakan perdagangan internasional baru yang diterapkan oleh negara-negara konsumen besar. Salah satu sentimen penting datang dari pengumuman Komisi Eropa mengenai pengenaan bea anti-dumping baru yang berkisar antara 4,3 persen hingga 45,3 persen untuk produk ban impor asal China.

Kebijakan pengetatan tersebut secara tidak langsung memengaruhi peta rantai pasok bahan baku karet di kawasan Asia, mengingat China merupakan salah satu produsen ban terbesar di dunia. Para pelaku pasar global saat ini terus memantau dampak jangka panjang dari kebijakan bea masuk ini terhadap volume serapan karet mentah.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Di samping itu, dinamika industri hilir karet global juga mulai mengantisipasi penerapan regulasi pembatasan bahan kimia berbahaya (PFAS) oleh Uni Eropa yang dijadwalkan berlaku mulai Oktober 2026 mendatang. Aturan proteksi lingkungan yang ketat ini memaksa banyak perusahaan manufaktur berbasis karet untuk menyesuaikan standar produksi mereka agar tetap dapat menembus pasar ekspor Eropa.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed