Harga Karet SGX Sicom Naik Tipis Menjadi Rp40.334 per Kilogram

Smallest Font
Largest Font

Harga karet internasional di bursa komoditas Singapura atau SGX-Sicom bergerak menguat tipis menjelang akhir pekan ini pada Sabtu, 20 Juni 2026. Berdasarkan pencatatan transaksi terbaru, nilai jual komoditas perkebunan utama ini berhasil mempertahankan posisinya di atas level psikologis empat puluh ribu rupiah per kilogram.

Kenaikan tipis ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha sektor perkebunan di tengah fluktuasi pasar global yang dinamis. Pergerakan angka di papan perdagangan internasional tersebut secara langsung memengaruhi nilai acuan transaksi komoditas di tingkat domestik.

Menurut data dari bursa komoditas internasional SGX-Sicom pada perdagangan Jumat petang, harga karet bertengger di posisi 227,4 sen AS per kilogram. Nilai tersebut setara dengan Rp40.334 per kilogram jika dikonversikan menggunakan acuan kurs Rp17.737 per dolar AS.

Angka penutupan pekan ini menunjukkan tren positif berupa kenaikan sebesar Rp25 per kilogram. Pada hari perdagangan sebelumnya, yakni Kamis, harga karet dunia masih berada di level Rp40.309 per kilogram.

Nilai transaksi pasar internasional ini terdiversifikasi ke dalam beberapa kategori kualitas produksi berdasarkan persentase kebersihan getah. Perbedaan kadar air dan kebersihan memengaruhi harga akhir yang diterima oleh para produsen di lapangan.

Rincian Kategori Kadar Karet Kering

Berdasarkan laporan harian pasar perdagangan komoditas pertanian, berikut adalah rincian harga karet internasional yang dibagi menurut klaster Kadar Karet Kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC) sebelum dikurangi biaya operasional produksi:

  • Kadar Karet Kering 100 persen mencapai nilai Rp40.334 per kilogram.
  • Kadar Karet Kering 90 persen berada di angka Rp36.301 per kilogram.
  • Kadar Karet Kering 80 persen menyentuh level Rp32.267 per kilogram.
  • Kadar Karet Kering 70 persen dipatok sebesar Rp28.234 per kilogram.
  • Kadar Karet Kering 60 persen diperdagangkan pada Rp24.200 per kilogram.
  • Kadar Karet Kering 50 persen mencatatkan nilai Rp20.167 per kilogram.
  • Kadar Karet Kering 40 persen berada pada posisi Rp16.134 per kilogram.
  • Kadar Karet Kering 30 persen bertahan di kisaran Rp12.100 per kilogram.

Tabel Referensi Nilai Jual Komoditas Berdasarkan Kualitas

Untuk mempermudah pemetaan nilai di tingkat pasar perdagangan komoditas, data struktur harga tersebut dikelompokkan secara terperinci. Seluruh nilai konversi mata uang mengacu secara konsisten pada kurs dolar terhadap rupiah yang berlaku.

Daftar Perbandingan Nilai Jual Karet Menurut KKK per Juni 2026
Persentase Kadar Karet Kering (KKK)Harga per Kilogram (Rupiah)
KKK 100%Rp40.334
KKK 90%Rp36.301
KKK 80%Rp32.267
KKK 70%Rp28.234
KKK 60%Rp24.200
KKK 50%Rp20.167
KKK 40%Rp16.134
KKK 30%Rp12.100

Konteks Perbandingan dengan Komoditas Pertanian Lain

Sebagai bagian dari peta perekonomian sektor agraria nasional, pergerakan nilai komoditas perkebunan berjalan beriringan dengan sektor pangan dan hortikultura. Berdasarkan laporan data produsen komoditas pertanian per tanggal 20 Juni 2026, stabilitas nilai juga terjadi pada komoditas pangan utama nasional.

Di sektor tanaman pangan, Gabah Kering Panen tercatat berada di angka Rp6.700 per kilogram, sedangkan Gabah Kering Giling menyentuh Rp7.800 per kilogram. Untuk komoditas konsumsi harian masyarakat, Beras Medium diperdagangkan senilai Rp12.200 per kilogram dan Beras Premium dipatok pada harga Rp14.300 per kilogram.

Komoditas pendukung pangan lainnya seperti Jagung Pipil Kuning dilaporkan berada pada level Rp4.400 per kilogram dan Kedelai stabil di angka Rp9.000 per kilogram. Pada sektor hortikultura, pasokan Cabe Rawit Merah mencatatkan angka jual tinggi di tingkat produsen sebesar Rp80.000 per kilogram, disusul oleh Cabe Merah Keriting senilai Rp38.000 per kilogram dan komoditas Jahe sebesar Rp10.000 per kilogram.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Perkembangan tren harga karet di bursa internasional SGX-Sicom ini menjadi indikator penting bagi penentuan harga beli nota dinas maupun harga di tingkat petani lokal. Fluktuasi nilai kurs mata uang harian serta volume permintaan dari industri manufaktur global luar negeri akan terus menjadi faktor utama penentu pergerakan harga komoditas pada pekan-pekan berikutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed