Harga Kopi Dunia Melonjak Tajam Sentuh Level Tertinggi Akibat Gelombang Panas

Smallest Font
Largest Font

Harga kopi dunia melonjak tajam hingga mencatat rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (8/7/2026) akibat kekhawatiran krisis pasokan global. Lonjakan ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa gelombang panas laut yang mengganggu wilayah produsen utama.

Kenaikan drastis terjadi baik pada komoditas kopi Arabika maupun Robusta di bursa internasional New York dan London. Situasi ini langsung berdampak pada meroketnya harga bahan baku di tingkat domestik negara produsen seperti Vietnam.

Berdasarkan laporan pasar komoditas, kontrak berjangka kopi Arabika di bursa ICE melesat hingga 16 persen, sempat menyentuh angka 3,57 sen per pon sebelum ditutup pada level 3,49 sen per pon. Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan harian terbesar keempat sepanjang sejarah perdagangan kopi global.

Pada sesi pagi di bursa New York, harga Arabika untuk kontrak pengiriman September 2026 meroket 16,19 persen atau naik sekitar $1.070 per ton. Angka tersebut membawa harga Arabika mendekati level $7.700 per ton, yang merupakan catatan tertinggi sejak awal tahun ini.

Sementara itu, tren serupa juga terjadi pada pasar kopi Robusta untuk pengiriman September 2026 di bursa London. Harga Robusta melonjak lebih dari 16 persen dengan kenaikan sebesar $328 per ton, sehingga melampaui ambang batas psikologis dan bertengger di harga $4.044 per ton.

Lonjakan Harga Kopi Global Hampir Pecah Rekor | Kampung Story

Kontrak pengiriman untuk bulan November 2026 juga mengalami kenaikan yang sama sebesar $328 menjadi $4.007 per ton. Pergerakan agresif ini menempatkan harga kopi Robusta pada level tertinggi dalam waktu lima bulan terakhir.

Cuaca Ekstrem Pasifik Jadi Penyebab Utama

Faktor utama di balik pertanyaan mengenai "kenapa harga kopi naik hari ini" berakar pada gangguan iklim global yang sangat masif. Laporan dari Washington Post mengungkapkan adanya fenomena gelombang panas laut yang luar biasa di Samudra Pasifik.

Area yang terdampak gelombang panas ini diperkirakan mencapai luasan delapan kali ukuran wilayah Amerika Serikat. Wilayah panas ekstrem tersebut membentang luas mulai dari Filipina hingga Peru, serta mengarah ke utara hingga mencapai kawasan Hawaii dan California.

Kondisi anomali suhu yang menyerupai dampak cuaca el nino ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pelaku pasar. Dampak el nino terhadap tanaman kopi di berbagai belahan dunia dinilai dapat menurunkan produktivitas secara drastis dan memicu kelangkaan stok fisik di pasar pasokan global.

Harga Kopi Domestik Vietnam Ikut Meroket

Melonjaknya bursa internasional langsung mengerek update harga kopi dataran tinggi vietnam secara signifikan. Setelah sempat bergerak stabil di angka rata-rata 92.900 VND per kilogram pada periode 6 hingga 7 Juli 2026, harga langsung melompat tinggi pada hari ini.

Pasar domestik di wilayah Dataran Tinggi Tengah Vietnam mencatatkan kenaikan tajam berkisar antara 3.900 hingga 4.000 VND per kilogram. Lonjakan ini mendorong rata-rata harga kopi di negara tersebut menyentuh angka 96.800 VND per kilogram.

Berikut adalah perincian data harga kopi robusta di beberapa wilayah produsen utama Vietnam yang dirangkum per tanggal 8 Juli 2026:

Daftar Harga Kopi Domestik Vietnam per 8 Juli 2026
Wilayah ProduksiHarga Domestik (VND/kg)Kenaikan Harian (VND)
Dak Nong97.000+4.000
Gia Lai96.800+4.000
Dak Lak96.700+3.900
Lam Dong96.200+3.900

Kenaikan harga regional ini menempatkan wilayah Dak Nong sebagai daerah dengan nilai komoditas tertinggi yang mencapai 97.000 VND per kilogram. Situasi ini mencerminkan kepanikan pasar global terhadap kepastian pasokan dari negara-negara Asia Tenggara yang menjadi pilar produksi kopi robusta dunia.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga saat ini, para pelaku industri kopi dan eksportir global masih terus memantau pergerakan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Ketidakpastian cuaca diperkirakan masih akan membayangi pergerakan harga instrumen komoditas ini dalam beberapa pekan ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed