Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 5 Persen ke Titik Terendah Sejak Maret

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia mencatatkan penurunan tajam lebih dari 5 persen hingga 6 persen pada Rabu, 17 Juni 2026, dan menyentuh level terendah sejak minggu pertama Maret. Merosotnya harga komoditas energi ini dipicu oleh sentimen positif pasar global setelah tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kondisi ini langsung memberikan dampak signifikan terhadap peta perdagangan energi global. Para pelaku pasar merespons cepat redanya ketegangan geopolitik yang selama ini menyumbang premi risiko terhadap pergerakan harga minyak bumi di tingkat internasional.

Berdasarkan data perdagangan komoditas terbaru, koreksi dalam terjadi pada dua instrumen acuan utama global, yakni Minyak Mentah (Crude Oil) ekspedisi New York Mercantile Exchange (NYMEX) dan Brent.

Penurunan Signifikan Jenis Minyak Mentah dan Brent

Minyak mentah dunia kini diperdagangkan di posisi 76,61 USD per barel. Angka ini merefleksikan penurunan harian sebesar 5,13 persen, sekaligus memperlebar kontraksi bulanan yang mencapai 26,61 persen. Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harganya masih tercatat 4,56 persen lebih tinggi.

Sementara itu, minyak acuan Brent juga terkoreksi 4,60 persen dalam sehari ke level 79,35 USD per barel. Dalam rentang satu bulan terakhir, Brent telah melemah hingga 29,22 persen, walaupun secara tahunan masih membukukan kenaikan tipis sekitar 3,79 persen.

Dampak Perubahan Harga pada Sektor Komoditas Energi Lain

Penurunan tajam pada komoditas utama ini ikut menyeret produk turunan bahan bakar lainnya. Sebaliknya, beberapa instrumen energi alternatif justru merangkak naik di tengah dinamika pasar regional yang fluktuatif.

Berikut adalah perbandingan data perdagangan komoditas energi global yang dirangkum dari Trading Economics:

Tabel Pergerakan Harga Komoditas Energi Global per Juni 2026
Jenis KomoditasHarga Terkini (USD)Perubahan Harian (%)Perubahan Bulanan (%)Perubahan Tahunan (%)
Minyak Mentah76,61-5,13%-26,61%+4,56%
Brent79,35-4,60%-29,22%+3,79%
Bensin2,89-1,79%-23,03%+26,90%
Minyak Pemanas3,20-2,08%-22,27%+26,94%
Gas Alam3,26+3,69%+7,90%-15,27%
Batubara146,35-1,71%+10,45%+38,07%
Etanol1.860,00%-6,88%+11,71%

Faktor Penyebab Jatuhnya Harga Energi

Penyebab harga minyak dunia hari ini turun secara drastis dipengaruhi oleh kombinasi kepastian geopolitik dan suplai pasar yang mulai bergeser. Konfirmasi mengenai dibukanya kembali Selat Hormuz pasca-kesepakatan damai AS dan Iran menjadi katalis utama yang meredakan kekhawatiran pasokan.

Di sisi lain, Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat dilaporkan telah menyusut ke level terendah dalam 43 tahun terakhir. Kendati persediaan AS menipis, ekspektasi melimpahnya kembali pasokan dari Timur Tengah ke pasar global jauh lebih mendominasi sentimen perdagangan hari ini.

Dampak Penurunan Harga Minyak Dunia Terhadap Indonesia, Ini Kata Jubir Kementerian ESDM dan INDEF | KOMPASTV MADIUN

Penurunan ini menjadi pembalikan arah yang dramatis jika menilik rekam jejak historis komoditas tersebut. Sebagai catatan, harga minyak mentah dunia pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 410,45 USD per barel pada Desember 2025.

Proyeksi Pasar dan Perkiraan ke Depan

Para pelaku ekonomi dan konsumen domestik kini mulai memperhatikan dampak rambatan terhadap kebijakan energi lokal, termasuk munculnya pertanyaan dari publik mengenai "kenapa harga bbm turun" atau kapan penyesuaian harga di stasiun pengisian bahan bakar umum akan dilakukan.

Trading Economics melalui model makro global dan ekspektasi analis memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak bumi ke depan akan berada di angka 85,57 USD per barel pada akhir kuartal ini. Namun, dalam jangka panjang 12 bulan ke depan, instrumen energi ini diproyeksikan berpotensi merangkak naik kembali menuju level 100,45 USD per barel.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga saat ini, pergerakan bursa energi internasional masih terus memproses implikasi dari dibukanya jalur perdagangan Selat Hormuz terhadap volume ekspor riil harian secara global.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed