Harga Minyak Mentah Melonjak Tembus 90 Dollar AS per Barel Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5 persen hingga mendekati level 90,5 USD per barel pada Rabu (2/9/2026). Lonjakan tajam ini dipicu oleh penurunan drastis stok minyak mentah di Amerika Serikat serta penyesuaian volume produksi dari negara-negara produsen utama dunia.

Kenaikan signifikan pada perdagangan awal September ini melanjutkan tren penguatan yang terjadi sejak akhir bulan sebelumnya. Pada 31 Agustus 2026, harga minyak mentah tercatat berada di level 86,34 USD per barel, naik 3,52 persen dibanding posisi hari sebelumnya. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir hingga Agustus 2026, harga komoditas ini telah menguat 7,46 persen, sementara secara tahunan melesat hingga 33,58 persen.

Penguatan tajam tidak hanya terjadi pada acuan minyak mentah standar, tetapi juga menyapu jenis komoditas energi lainnya di pasar internasional. Kondisi ini membuat pelaku pasar terus memantau pergerakan pasokan energi global secara ketat.

Penguatan sektor energi tercatat merata pada perdagangan per 1 September 2026. Minyak mentah Brent melonjak 5,19 persen dalam sehari ke posisi 95,19 USD per barel, yang mencerminkan lonjakan sebesar 37,67 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Selain jenis Brent dan minyak mentah utama, produk turunan minyak dan komoditas energi pendukung turut mengalami kenaikan harga secara signifikan:

  • Minyak Pemanas: Mengalami lonjakan harian tertinggi sebesar 6,89 persen menjadi 4,71 USD, atau melesat 98,56 persen secara tahunan.
  • Bensin: Menguat 2,69 persen dalam sehari ke posisi 3,16 USD, meningkat 54,70 persen dibanding tahun lalu.
  • Batubara: Per 31 Agustus 2026 terangkat 1,43 persen menjadi 141,75 USD per ton, naik 28,98 persen secara tahunan.
  • Gas Alam: Naik tipis 0,29 persen ke level 2,94 USD, meski masih mencatatkan penurunan 2,18 persen dalam basis tahunan.
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Negosiasi AS-Iran Buntu | METRO TV

Banyak pelaku pasar kerap mempertanyakan "kenapa harga minyak naik turun" secara drastis dalam waktu singkat. Lonjakan saat ini dipengaruhi secara mendasar oleh penurunan stok minyak mentah American Petroleum Institute (API) di Amerika Serikat pada Agustus 2026 yang menyusut hingga -2,60 juta barel, membalikkan kondisi periode sebelumnya yang sempat surplus 4,20 juta barel.

Perkembangan Produksi Negara Produsen Utama

Dinamika pasokan dari negara-negara anggota OPEC dan produsen utama dunia menjadi faktor kunci yang mempengaruhi pergerakan harga pasar saat ini.

Divergensi Volume Output Arab Saudi dan AS

Arab Saudi mencatatkan peningkatan produksi minyak mentah yang cukup signifikan. Pada Juli 2026, produksi Arab Saudi naik menjadi 7.420 ribu barel per hari, meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 6.637 ribu barel per hari.

Sebaliknya, produksi minyak mentah Amerika Serikat mengalami penurunan. Data Mei 2026 menunjukkan output AS turun menjadi 13.714 ribu barel per hari dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai 13.967 ribu barel per hari.

Penurunan Pasokan Minyak Rusia

Laporan produksi dari Rusia juga menunjukkan tren penurunan pasokan. Output minyak mentah Rusia pada April 2026 berada di angka 9.826,74 ribu barel per hari, menyusut dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 9.976,61 ribu barel per hari.

Data Kinerja Komoditas Energi dan Perubahannya
KomoditasHarga Saat Ini (USD)Perubahan Harian (%)Perubahan Tahunan (%)
Minyak Mentah (Crude)90,50+5,00%+33,58%
Minyak Brent95,19+5,19%+37,67%
Minyak Pemanas4,71+6,89%+98,56%
Bensin3,16+2,69%+54,70%
Batubara141,75+1,43%+28,98%
Gas Alam2,94+0,29%-2,18%

Proyeksi dan Prediksi Pasar Minyak 2026

Melihat ketatnya pasokan serta dinamika produksi global, konsensus analisis pasar memperkirakan harga minyak mentah akan bertahan di level tinggi. Harga diproyeksikan berada di kisaran 86,62 USD per barel pada akhir kuartal ketiga 2026, dan berpotensi menembus 101,84 USD per barel dalam rentang waktu 12 bulan ke depan.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Penyesuaian volume produksi dari negara anggota OPEC dan perkembangan cadangan strategis negara konsumen diprediksi akan menjadi fokus utama yang menentukan pergerakan harga komoditas ini pada sesi perdagangan berikutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed