Harga Nikel Dunia Turun ke Level 16637 USD per Ton Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel dunia mencatatkan penurunan ke level 16.637,75 USD per metrik ton pada perdagangan Jumat (26/6/2026) pagi ini. Komoditas logam industri tersebut terkoreksi sebesar 1,35 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat bertahan di posisi 16.865 USD per metrik ton.

Koreksi tajam ini membawa harga nikel mendekati level terendah sejak akhir Desember lalu, yakni di kisaran 16.700 USD per metrik ton. Berdasarkan data pergerakan pasar, fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar komoditas global yang masih belum stabil.

Meskipun mengalami penurunan harian, nilai nikel saat ini tercatat masih mengalami kenaikan sebesar 9,53 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada setahun lalu. Namun, dalam performa bulanan, harga nikel telah menyusut hingga 11,92 persen.

Penurunan ini juga berimbas pada transaksi jangka panjang di bursa berjangka global. Harga nikel untuk kontrak tiga bulan ke depan terpantau melemah tipis sebesar 0,03 persen dan menetap di level 16.820 USD per ton.

Menurut data pasar Westmetall dan Katadata, nilai kontrak berjangka tersebut telah menunjukkan tren pelemahan sebesar 0,56 persen sejak awal tahun secara year-to-date. Performa pekanan kontrak ini tumbuh minus 5,69 persen dengan rata-rata transaksi harian mencapai 17,49 ribu USD per ton.

Posisi harga saat ini mengonfirmasi penurunan sebesar 14,51 persen dari level tertinggi tahun ini yang sempat menyentuh angka 19.675 USD per ton. Adapun rata-rata harga bulanan tertinggi dalam setahun terakhir diraih pada Mei 2026 senilai 19,01 ribu USD per ton.

Kilas Balik Data Historis Harga Nikel

Fluktuasi harga nikel saat ini terbilang masih berada di batas moderat jika mengacu pada rekam jejak historis komoditas tersebut dalam rentang waktu tahun 1993 hingga 2026. Nilai pasar saat ini jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa.

Rekor Tertinggi dan Titik Terendah

Pasar komoditas global mencatat bahwa harga nikel tertinggi sepanjang sejarah pernah mencapai 54.050,00 USD per metrik ton yang terjadi pada Mei 2007. Sementara itu, titik terendah nikel berada di angka 3.730,50 USD per metrik ton dalam siklus tiga dekade terakhir.

Perbandingan Performa dengan Tahun Sebelumnya

Kondisi pasar saat ini jauh lebih baik dibandingkan pada awal tahun 2025. Kala itu, harga nikel dibuka pada nilai 15.078 USD per metrik ton yang merupakan titik terendah komoditas ini sejak tahun 2020.

Sepanjang tahun 2024, rata-rata harga nikel bertengger di angka 15.328 USD per metrik ton. Angka tahunan tersebut merepresentasikan penurunan sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat jenuhnya pasokan pasar dunia.

Berikut adalah tabel ringkasan mengenai perbandingan harga nikel dunia berdasarkan periode referensi terkini:

Tabel Pergerakan Harga Nikel Dunia
Periode TransaksiNilai Harga (USD/Ton)Persentase Perubahan
Kamis, 25 Juni 202616.865,00+0,42% (Harian)
Jumat, 26 Juni 202616.637,75-1,35% (Harian)
Kontrak Berjangka 3 Bulan16.820,00-0,03% (Harian)
Awal Tahun 2025 (Pembukaan)15.078,00
Prospek Defisit Nikel Menandakan Pemulihan Harga yang Kuat di Masa Depan | CNBC Indonesia

Proyeksi Pasar Nikel ke Depan

Meskipun pasar nikel saat ini sedang mengalami tekanan koreksi yang cukup signifikan, beberapa model analisis ekonomi masih melihat adanya peluang pemulihan nilai komoditas ini dalam jangka panjang.

Berdasarkan model makro global Trading Economics, harga nikel diproyeksikan dapat menyentuh angka 17.573,38 USD per metrik ton pada akhir kuartal ini. Lebih lanjut, komoditas ini diperkirakan berpotensi bangkit hingga mencapai level 18.958,84 USD per metrik ton dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Hingga saat ini, pergerakan harga nikel terus dipantau secara ketat oleh para pelaku industri pertambangan global dan produsen baterai. Evaluasi terhadap volume produksi dari negara-negara produsen utama menjadi faktor penentu arah pergerakan harga selanjutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed