Harga Nikel Turun ke 17.030 Dolar per Ton pada 31 Juli 2026
Harga nikel pada hari ini, Jumat 31 Juli 2026, tercatat mengalami penurunan ke level sekitar 17.030 dolar AS per ton. Penurunan harga ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya mengalami kenaikan tipis mencapai 17.315 dolar per ton pada 30 Juli 2026, naik 1,02 persen dari hari sebelumnya.
Penurunan harga ini terekam di pasar komoditas global yang juga dipengaruhi oleh kontrak nikel dengan jangka waktu tiga bulan yang turun 0,15 persen ke level 17.170 dolar per ton pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Harga nikel kontrak tiga bulan sendiri mengalami kenaikan tipis sebesar 0,06 persen selama seminggu terakhir dengan volume transaksi harian rata-rata mencapai 17.260 dolar per ton.
Dalam konteks jangka panjang, harga nikel dalam sebulan terakhir justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 5,64 persen, dan mengalami peningkatan signifikan sebesar 15,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, harga saat ini masih jauh dari puncak tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada Mei 2007 sebesar 54.050 dolar per ton.
Permintaan dan Pasokan Global
Harga nikel hari ini dipengaruhi oleh faktor dinamika permintaan dan pasokan di pasar global. Permintaan dari sektor industri baterai kendaraan listrik dan baja tahan karat masih menjadi pendorong utama harga komoditas ini. Namun, adanya ketidakpastian pasokan akibat kebijakan pembatasan ekspor dari beberapa negara produsen memberikan tekanan pada harga nikel.
Kebijakan Indonesia dan Dampaknya
Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia memberikan pengaruh signifikan terhadap harga nikel global. Kebijakan pemerintah Indonesia terkait pengelolaan ekspor nikel, termasuk aturan harga patokan dan pembatasan ekspor bijih nikel, ikut menentukan fluktuasi harga di pasar dunia. Menurut laporan, kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pengolahan nikel di dalam negeri sekaligus menjaga kestabilan harga.
Perbandingan Harga dan Prediksi Ke Depan
Berdasarkan data terkini, harga nikel futures NI1/USD pada 31 Juli 2026 berada di angka 17.133,71 dolar per ton. Harga tertinggi tahun ini sempat menyentuh 19.982,18 dolar per ton, sedangkan harga tertinggi bulanan terjadi pada Mei 2026 di angka 19.010 dolar per ton.
Perkiraan harga nikel pada akhir kuartal ini diprediksi mencapai 17.567,73 dolar per ton dan dalam 12 bulan ke depan diperkirakan bisa naik ke level 18.736,34 dolar per ton. Namun, prediksi ini tetap bergantung pada dinamika pasar dan kebijakan produsen utama nikel di dunia.
| Tanggal | Harga Nikel (dolar/ton) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| 6 Mei 2026 | 19.675 | – |
| Mei 2026 (Rata-rata Bulanan) | 19.010 | – |
| 30 Juli 2026 | 17.315 | +1,02 |
| 31 Juli 2026 | 17.030 | -1,62 |
Reaksi Pelaku Pasar dan Narasumber
Para pelaku pasar komoditas menyikapi penurunan harga nikel hari ini sebagai bagian dari volatilitas pasar yang wajar. Menurut analis pasar logam dari sebuah lembaga riset, "Fluktuasi harga nikel saat ini mencerminkan ketidakseimbangan sementara antara pasokan dan permintaan serta dampak kebijakan ekspor dari negara produsen."
Permintaan global yang terus meningkat, khususnya dari sektor kendaraan listrik, menjadi faktor utama yang menjaga harga nikel tetap tinggi meski terjadi koreksi harga dalam jangka pendek.
"Fluktuasi harga nikel saat ini mencerminkan ketidakseimbangan sementara antara pasokan dan permintaan serta dampak kebijakan ekspor dari negara produsen," kata analis pasar logam.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow