Harga Nikel Dunia Turun ke US$17.672 per Ton pada Perdagangan 11 Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel dunia melorot ke level US$17.672,88 per ton pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. Penurunan ini mencerminkan koreksi sebesar 0,32 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat bertahan di area US$17.730 per ton.

Berdasarkan data contract for difference (CFD) yang dilansir dari Trading Economics, pergerakan komoditas logam ini memperlihatkan tren melemah dalam jangka pendek. Pasar nikel saat ini sedang berada dalam fase tekanan yang cukup signifikan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa komoditas tersebut pada beberapa waktu lalu ketika volatilitas global sempat mendorong nilai tukarnya naik tajam.

"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."

Analisis Pergerakan Harga Nikel Global

Penurunan yang terjadi pada hari ini menggenapi tren negatif nikel selama sebulan terakhir. Dalam 30 hari ke belakang, harga nikel dunia tercatat sudah terpangkas sebanyak 6,62 persen akibat penyesuaian pasar global.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga nikel hari ini sebenarnya masih berada di posisi yang lebih tinggi. Nilai perdagangan saat ini tercatat 17,00 persen lebih tinggi dari setahun lalu.

Pasar nikel sendiri sempat menyentuh level terendahnya sejak April 2026 ketika jatuh ke angka US$18.306,00 per ton, sebelum akhirnya terus tergerus hingga ke level saat ini.

Perbandingan Data Historis Transaksi harian

Berikut adalah rincian performa nilai komoditas nikel di pasar internasional berdasarkan catatan Trading Economics dalam dua hari terakhir komparasi berjalan:

Tabel Pergerakan Harga Nikel Dunia Juni 2026
Tanggal ReferensiHarga Per Ton (USD)Perubahan HarianPerubahan Bulanan
10 Juni 202617.730,00-1,47%-7,92%
11 Juni 202617.672,88-0,32%-6,62%

Data di atas memperlihatkan bahwa penurunan pada hari Rabu, 10 Juni 2026, jauh lebih tajam yakni mencapai 1,47 persen, sebelum akhirnya intensitas penurunan mereda pada hari ini.

Kontrak Berjangka Tiga Bulan di Bursa Komoditas

Tren penurunan ini juga sejalan dengan transaksi kontrak berjangka yang diperdagangkan secara internasional. Berdasarkan data komoditas yang dihimpun dari Investing, harga nikel kontrak 3 bulan ke depan sempat mengalami tekanan beruntun.

Pada transaksi Selasa, 9 Juni 2026, harga nikel kontrak 3 bulan tersebut berada di angka US$18.160 per ton, menyusut dari hari sebelumnya yang sempat bertengger di level US$18.540 per ton.

Performa lesu ini melengkapi dinamika pergerakan nikel mingguan yang dapat dirangkum dalam poin-poin berikut berdasarkan otoritas pasar global:

  • Harga nikel kontrak 3 bulan tumbuh -5,05 persen dalam kurun waktu seminggu terakhir.
  • Rata-rata transaksi harian untuk kontrak berjangka ini berada pada angka US$18,81 ribu per ton.
  • Secara year-to-date (ytd) sepanjang tahun 2026 berjalan, harga nikel kontrak 3 bulan sebenarnya masih membukukan kenaikan sebesar 7,36 persen.
  • Nikel telah jatuh sekitar 7,7 persen dari harga tertingginya tahun ini yang sempat menyentuh US$19.675 per ton.
Harga Nikel Anjlok Imbas Oversupply? | CNBC Indonesia

Konteks Nilai Tertinggi dan Rekor Pasar

Sebelum mengalami rangkaian penurunan di pertengahan Juni ini, rata-rata bulanan tertinggi untuk komoditas nikel kontrak 3 bulan sempat ditorehkan pada Mei 2026 dengan harga US$19,01 ribu per ton. Kontrak berjangka nikel bahkan sempat diperdagangkan di atas US$19.200 per ton yang mendekati level tertinggi dalam sebulan.

Fluktuasi yang terjadi saat ini dinilai masih berada dalam batas wajar jika menilik rekam jejak panjang komoditas tambang tersebut. Berdasarkan data historis panjang dari periode tahun 1993 hingga 2026, harga nikel global pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar US$54.050,00 per metrik ton pada Mei 2007, sementara dasar harga terendahnya berada di angka US$3.730,50 per metrik ton.

Pergerakan harga saat ini terus dipantau oleh para pelaku industri mengingat nikel merupakan bahan baku strategis untuk berbagai sektor manufaktur modern. Perubahan pasokan gudang di bursa logam global diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika nilai instrumen ini ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed