Harga Nikel Hari Ini Naik Tipis 0,09% di LME, Sentuh USD 17.042 per Ton

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel hari ini, Rabu (27/8/2026), mencatat kenaikan tipis sebesar 0,09% di London Metal Exchange (LME), menyentuh level USD 17.042 per ton. Pergerakan ini tercatat dari penutupan perdagangan pada hari sebelumnya, Senin (26/8/2026), yang menempatkan harga nikel pada posisi serupa.

Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar komoditas global yang masih dipengaruhi oleh kebijakan produksi dan permintaan industri. Indonesia, sebagai produsen nikel terbesar dunia dengan penguasaan sekitar dua pertiga pasokan global, terus memainkan peran kunci dalam menentukan arah harga komoditas ini.

Konteks Pasar dan Kebijakan Terkini

Pemerintah Indonesia saat ini sedang merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk sektor pertambangan. Revisi ini memasukkan penyesuaian kuota produksi, di mana kuota bijih nikel tahun 2026 diperkirakan turun menjadi 260-270 juta ton dari semula 379 juta ton pada 2025. Penurunan kuota ini bertujuan untuk menjaga kestabilan pasokan domestik dan global, meskipun kapasitas smelter nikel di Indonesia terus bertambah.

Selain itu, pemerintah juga menunda penerapan bea keluar dan windfall tax untuk batu bara dan nikel sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat meredam tekanan terhadap produsen lokal dan menjaga daya saing industri dalam negeri.

Dampak terhadap Industri dan Pasar Global

Pengetatan pasokan nikel akibat penurunan kuota produksi berpotensi memicu kenaikan harga dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh permintaan yang tetap tinggi, terutama dari sektor baterai kendaraan listrik dan stainless steel, yang menjadi penggerak utama konsumsi nikel global.

Di sisi lain, kenaikan harga nikel hari ini, meskipun tipis, mencerminkan sentimen positif pasar terhadap prospek permintaan jangka pendek. Para analis memandang bahwa kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengelola pasokan dan permintaan akan terus menjadi faktor penentu pergerakan harga nikel di pasar global.

Harga Nikel Dunia Mencapai Level Tertinggi dalam Dua Tahun Terakhir | CNBC Indonesia

Perbandingan dengan Komoditas Lain

Sementara nikel mencatat kenaikan, komoditas lain seperti minyak sawit mentah (CPO) justru mengalami penurunan. Pada 26 Agustus 2026, harga CPO ditutup pada MYR 4.852 per ton, turun 1,92% dan menyentuh level terendah dalam seminggu. Sementara itu, harga batu bara tercatat pada USD 132,25 per ton, turun tipis sebesar 0,3%.

Pergerakan harga komoditas ini menunjukkan dinamika yang beragam di pasar global, di mana setiap komoditas dipengaruhi oleh faktor-faktor spesifik, mulai dari kebijakan pemerintah hingga permintaan industri.

"Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah."

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed