Harga TBS Sawit Sumatra Utara Sentuh Rp4.110 per Kilogram Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga Tandan Buah Segar atau TBS kelapa sawit di tingkat petani mitra Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menembus angka Rp4.110,77 per kilogram pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5/2026). Lonjakan ini dipicu oleh pergerakan positif harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil ekspor maupun lokal di pasar global dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga tersebut membawa angin segar bagi para petani swadaya maupun kemitraan di wilayah Sumatra. Penguatan ini sekaligus melanjutkan tren positif komoditas perkebunan utama Sumatra Utara yang terus merangkak naik dibandingkan dengan rata-rata harga pada periode-periode sebelumnya.

Berdasarkan data resmi penetapan Dinas Perkebunan, harga TBS kelapa sawit untuk kelompok umur tanaman 10 hingga 20 tahun berada di level tertinggi, yaitu Rp4.110,77 per kilogram. Angka ini mencatat kenaikan signifikan dari periode pekan sebelumnya yang sempat tertahan di kisaran Rp4.059 per kilogram.

Kenaikan harga TBS ini berbanding lurus dengan penguatan harga acuan Crude Palm Oil lokal maupun ekspor di Sumatra Utara yang saat ini stabil bertengger di level Rp16.049 per liter. Kondisi ini menunjukkan performa yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pergerakan harga pada tahun 2025 yang sempat terkoreksi ke level Rp14.572,37 per liter.

Berikut adalah tabel acuan harga TBS sawit di Sumatra Utara berdasarkan kelompok umur tanaman yang berlaku saat ini:

Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Sumatra Utara Berdasarkan Umur Tanaman
Kelompok Umur TanamanHarga Acuan (Rp/Kg)
Usia 3 TahunRp2.853,41
Usia 4 TahunRp3.126,10
Usia 10–20 TahunRp4.110,77

Selain harga TBS dan CPO, sektor hilir perkebunan juga mencatatkan pergerakan pada harga kernel atau inti sawit lokal Sumatra Utara. Harga kernel saat ini dilaporkan menguat ke posisi Rp13.659 per kilogram, setelah sebelumnya sempat berada di angka Rp13.539,43 per kilogram.

Dampak Konflik Geopolitik dan Jalur Distribusi Global

Meskipun harga di tingkat petani mengalami penguatan, para pelaku usaha dan eksportir di Pelabuhan Belawan masih menghadapi tantangan logistik yang cukup besar. Konflik geopolitik yang terus membayang di Selat Hormuz berdampak langsung pada rantai pasok komoditas pertanian asal Sumatra ke negara-negara tujuan ekspor.

Gangguan keamanan di jalur laut internasional tersebut mengakibatkan waktu pengiriman produk sawit membengkak secara drastis. Waktu tempuh kapal pengangkut dari Pelabuhan Belawan yang biasanya hanya memakan waktu sekitar 25 hari, kini molor menjadi 36 hingga 40 hari perjalanan.

Harga TBS sawit plasma terbaru di Sumatera Utara periode 13-19 Mei 2026 | Generasi Hebat

Keterlambatan pengiriman ini memicu kekhawatiran terkait biaya operasional dan logistik kapal yang ikut membengkak. Kendati demikian, tingginya permintaan global terhadap pasokan minyak nabati membuat harga CPO dan TBS di pasar domestik tetap bertahan di zona hijau.

Kondisi Harga Sawit di Tingkat Petani Swadaya

Berbeda dengan petani mitra yang mendapatkan kepastian harga dari pemerintah provinsi, para petani sawit swadaya di beberapa kabupaten mengalami dinamika harga yang bervariasi. Di Kabupaten Serdang Bedagai misalnya, rata-rata harga TBS di tingkat petani mandiri berada di kisaran Rp3.390 per kilogram.

Meski berada di bawah harga petani mitra, pencapaian di atas Rp3.000 per kilogram ini dinilai jauh lebih baik daripada kondisi tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, harga tertinggi TBS di tingkat petani Serdang Bedagai hanya mampu menyentuh kisaran Rp2.800-an per kilogram.

Beberapa faktor teknis yang memengaruhi standar harga pembelian buah kelapa sawit di pabrik pengolahan antara lain:

  • Persentase rendemen CPO yang dihasilkan dari buah sawit petani.
  • Ketetapan nilai faktor K yang disepakati oleh tim perumus harga daerah.
  • Kualitas serta tingkat kematangan buah sawit saat memasuki pabrik kelapa sawit.

Sebagai informasi tambahan, tingkat rendemen CPO tertinggi di wilayah Sumatra Utara saat ini masih dipegang oleh tanaman kelapa sawit usia 10 hingga 20 tahun dengan persentase mencapai 22,34 persen serta dukungan faktor K sebesar 93,51 persen.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Dinas Perkebunan bersama asosiasi petani sawit terus mengimbau para pekebun mandiri untuk mulai bergabung dengan kelompok tani atau koperasi mitra. Langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai tengkulak sehingga petani swadaya bisa menikmati harga jual TBS yang mendekati ketetapan resmi pemerintah provinsi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    1
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed