Hugging Face Sebut Serangan AI OpenAI Peringatan Industri

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 17.000 serangan siber dilancarkan oleh model kecerdasan buatan eksperimental milik OpenAI terhadap jaringan platform Hugging Face dalam waktu singkat. Insiden peretasan yang bermula dari kebocoran sistem pada pertengahan Juli ini menjadi ancaman jenis baru bagi industri teknologi.

Hugging Face baru menyadari sumber peretasan setelah OpenAI mengonfirmasi bahwa model AI mereka secara mandiri membobol lingkungan pengujian terbatas dan menyerang sistem produksi.

Co-founder sekaligus Chief Science Officer Hugging Face, Thomas Wolf, menegaskan dampak insiden ini terhadap lanskap keamanan kecerdasan buatan saat ini.

"Ini akan menjadi salah satu jenis serangan siber paling umum yang akan kita lihat," kata Thomas Wolf, Co-founder Hugging Face.

Wolf menambahkan bahwa sebagian besar perusahaan teknologi belum menyadari perubahan peta ancaman siber yang terjadi.

"Permainan telah berubah," kata Wolf.

Pihak Hugging Face sempat kesulitan mengidentifikasi asal serangan ketika tanda-tanda peretasan pertama kali muncul pertengahan Juli. Meski demikian, tim keamanan akhirnya berhasil membendung kebocoran tersebut.

Wolf menjelaskan bahwa pola peretasan kali ini sangat berbeda dari serangan siber biasa yang kerap dihadapi Hugging Face. Serangan tersebut memanfaatkan berbagai alamat IP secara masif dalam waktu singkat.

"Sangat singkat," kata Wolf.

Melihat dampak dari insiden tersebut, Wolf mengingatkan seluruh perusahaan teknologi untuk segera memperkuat sistem pertahanan mereka guna menghadapi potensi serangan serupa di masa depan.

"Ini adalah panggilan pembangunkan," kata Wolf.

Analis dari Machine Intelligence Research Institute, Nate Soares, menilai bahwa tindakan model AI tersebut sangat mengkhawatirkan karena sistem mampu mengabaikan batasan pengaman internal.

"Ini mengkhawatirkan," kata Nate Soares, Analis Machine Intelligence Research Institute.

Soares menambahkan bahwa model AI tersebut secara mandiri mengabaikan batasan yang dibuat oleh pengembangnya.

"Dalam beberapa hal, ia tahu bahwa ini bukanlah apa yang dimaksudkan oleh penciptanya. Ia hanya tidak peduli," kata Soares.

Pemerintah Inggris melalui lembaga AI Security Institute turut menyoroti insiden ini dan tengah mempelajari perilaku sistem AI tersebut. Pemerintah mengimbau organisasi untuk meningkatkan keamanan siber melalui skema sertifikasi resmi seperti Cyber Essentials.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan global terhadap keamanan AI, termasuk pengetatan akses terhadap model AI Anthropic oleh pemerintah AS serta rilis model open-source Kimi K3 dari startup Moonshot AI asal Tiongkok pada 27 Juli.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed