Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata di Dekat Gedung Putih

Smallest Font
Largest Font

Aparat keamanan Secret Service menembak mati seorang pria bersenjata berusia 21 tahun yang mencoba mendekati pos pemeriksaan Gedung Putih, Washington DC, pada Minggu (24/5/2026) waktu setempat. Insiden tersebut memicu penguncian wilayah secara ketat di sekitar area kantor kepresidenan Amerika Serikat.

Pelaku yang diidentifikasi memiliki riwayat gangguan mental berat ini sempat melepaskan rentetan tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh petugas. Peristiwa mencekam tersebut terjadi saat Presiden Donald Trump dilaporkan sedang berada di dalam ruang kerjanya untuk membahas perjanjian luar negeri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan cnnindonesia, pelaku penembakan diketahui memiliki rekam jejak pengamanan yang panjang dengan pihak berwenang. Dinas Rahasia AS atau Secret Service mengonfirmasi bahwa mereka pernah menangkap pemuda tersebut dalam insiden terpisah beberapa waktu lalu.

Secret Service dilaporkan melumpuhkan pria bersenjata di luar Gedung Putih setelah terdengar suara tembakan | FOX 5 Washington DC

Pihak kepolisian Washington DC beserta Secret Service segera melakukan investigasi mendalam terkait motif di balik aksi nekat pemuda tersebut. Petugas menemukan sejumlah dokumen dan indikasi klinis yang memperkuat dugaan adanya gangguan psikologis akut pada diri pelaku.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa pelaku sempat menunjukkan perilaku delusi yang sangat ekstrem sebelum melancarkan aksinya di Gedung Putih. Dilansir dari cnnindonesia, pemuda berusia 21 tahun tersebut bahkan pernah mengklaim dirinya sebagai Yesus Kristus kepada orang-orang di sekitarnya.

Selain delusi keagamaan, pelaku diketahui memiliki rekam jejak tindakan agresif yang melibatkan aparat penegak hukum. Mantan Presiden yang kini menjabat kembali, Donald Trump, turut memberikan pernyataan resmi mengenai latar belakang pelaku yang dinilai sangat berbahaya.

"Pelaku penembakan ini memiliki riwayat kekerasan yang panjang dan rekam jejak kriminalitas yang semestinya sudah mendapatkan perhatian khusus dari pihak terkait sejak lama."

Penangkapan oleh Secret Service di masa lalu terjadi karena pelaku kedapatan melakukan pengintaian ilegal dan berusaha menembus barikade pengamanan luar kompleks kepresidenan. Namun, setelah interogasi berkala, ia sempat dibebaskan dengan pengawasan sebelum akhirnya kembali datang membawa senjata api.

Kondisi Keamanan Donald Trump Saat Insiden

Saat rentetan tembakan terdengar beruntun di luar halaman, protokol keamanan darurat Gedung Putih langsung diaktifkan secara instan. Berdasarkan laporan berita detikcom, Donald Trump tengah memimpin rapat internal mengenai kebijakan luar negeri terkait perjanjian dengan Iran.

Petugas Secret Service langsung mengevakuasi sang presiden ke ruangan aman di bawah tanah guna mengantisipasi ancaman lanjutan. Penjagaan perimeter luar diperketat dengan mengerahkan kendaraan taktis dan personel bersenjata laras panjang dalam hitungan menit.

Berikut adalah lini masa singkat mengenai eskalasi insiden keamanan yang terjadi di sekitar kompleks Gedung Putih berdasarkan rangkuman data otoritas setempat:

  • Pelaku berjalan mendekati pos pemeriksaan luar dengan membawa senjata api terkokang.
  • Petugas Secret Service memberikan peringatan lisan namun diabaikan oleh pelaku.
  • Pelaku melepaskan beberapa kali tembakan ke arah udara dan barikade petugas.
  • Aparat melepaskan tembakan terukur yang menewaskan pelaku di tempat kejadian.
  • Gedung Putih dinyatakan dalam status penguncian total (lockdown) selama beberapa jam.

Hingga saat ini, area di sekitar lokasi penembakan masih disterilisasi oleh tim forensik dan penjinak bom guna memastikan tidak ada ancaman bahan peledak yang ditinggalkan oleh pelaku. Pihak Gedung Putih memastikan bahwa situasi kini sudah sepenuhnya terkendali.

Data Penanganan Insiden Keamanan Gedung Putih

Kasus penerobosan dan ancaman bersenjata di ring satu pemerintahan Amerika Serikat ini menjadi salah satu evaluasi terbesar bagi sistem pengamanan Secret Service di tahun 2026. Pemerintah federasi kini tengah meninjau ulang kebijakan penanganan individu dengan gangguan mental yang memiliki akses terhadap senjata api.

Berikut adalah data teknis mengenai rincian insiden keamanan yang terjadi di dekat kompleks Gedung Putih tersebut:

Data Teknis Insiden Penembakan di Gedung Putih 24 Mei 2026
Parameter InsidenDetail Informasi
Usia Pelaku21 Tahun
Status PelakuTewas di Tempat
Kondisi Presiden TrumpAman / Dievakuasi
Riwayat Medis PelakuGangguan Mental / Delusi
Status Penangkapan SebelumnyaPernah Ditangkap Secret Service

Pihak berwenang dari Federal Bureau of Investigation (FBI) kini ikut turun tangan membantu Secret Service untuk menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan oleh pelaku. Pemeriksaan saksi mata dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalan protokol Washington DC masih terus berlangsung intensif.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed