IHSG Melemah ke Level 6.203 Saat Rupiah Menguat Tipis
Tekanan jual yang mendominasi pasar modal membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah mendalam ke area 6.203,742 pada awal perdagangan pasar saham Kamis, 21 Mei 2026 pagi.
Dilansir dari Kompas.com, indeks saham domestik tersebut terpuruk sebesar 14,757 poin atau 1,82 persen setelah sempat dibuka pada level 6.366,485 serta meraih posisi tertinggi di angka 6.378,811.
Koreksi tajam ini terjadi seiring dengan dominasi 438 saham yang bergerak di zona merah, sementara hanya 162 saham yang mengalami penguatan dan 129 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan volume hingga 8,545 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 534.291 kali, serta nilai transaksi pasar menyentuh Rp 4,744 triliun.
Kondisi pasar saham ini berbanding terbalik dengan situasi di pasar spot valuta asing, di mana nilai tukar rupiah menguat tipis 0,01 persen ke level Rp 17.652 per dollar Amerika Serikat.
Mata uang Garuda mengalami apresiasi dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.654 per dollar AS, sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Berdasarkan data perdagangan, peso Filipina memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan 0,19 persen, disusul dollar Taiwan sebesar 0,15 persen, yuan China 0,05 persen, yen Jepang dan dollar Hong Kong masing-masing 0,03 persen, serta ringgit Malaysia yang naik 0,02 persen.
Sebaliknya, pelemahan mata uang regional terdalam dipimpin oleh won Korea Selatan sebesar 0,41 persen, diikuti baht Thailand sebesar 0,09 persen, dan dollar Singapura yang terkoreksi 0,05 persen.
Hingga pertengahan sesi perdagangan, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat berada pada angka Rp 10.736,629 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow