IHSG Melemah ke Level 6723 akibat Tekanan Sentimen Rebalancing MSCI

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam sebesar 1,98 persen atau terkoreksi 135,57 poin ke level 6.723,32 pada perdagangan Rabu (13/5) akibat tekanan jual investor asing yang dipicu oleh sentimen perubahan komposisi indeks MSCI.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat total volume perdagangan saham mencapai 38,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,33 triliun, di mana investor asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp1,35 triliun di pasar reguler dan Rp1,53 triliun di seluruh pasar.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi menjelaskan bahwa reposisi portofolio investor asing menjelang tanggal efektif rebalancing pada akhir Mei menjadi pendorong utama peningkatan tekanan jual di pasar domestik.

"Keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham besar seperti AMMN, BREN, TPIA, DSSA, hingga CUAN dari Global Standard Index menjadi katalis utama meningkatnya tekanan jual di pasar domestik," tutur Imam Gunadi dalam risetnya, Senin (18/5/2026).

Menurut Imam, penyesuaian posisi ini memicu aliran dana keluar yang besar, yang kemudian diperparah oleh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang bertahan lebih lama serta penguatan dolar AS terhadap mata uang pasar berkembang.

"Situasi ini membuat Dollar AS terus menguat dan menekan mata uang emerging markets, termasuk Rupiah yang sempat menyentuh level terlemah baru di Rp 17.520 per dolar AS."

Di tengah kondisi pasar yang tertekan, sejumlah analis dari berbagai sekuritas melihat adanya peluang perdagangan jangka pendek karena beberapa saham mulai menunjukkan sinyal jenuh jual yang membuka potensi pembalikan arah teknikal.

Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki memberikan analisis teknikal untuk salah satu emiten pilihan di tengah fluktuasi pasar modal tersebut.

"muncul bullish harami dengan stochasticnya potensi golden cross dan volume meningkat, rawan SOS jika gagal break 5900-6050," kata Achmad Yaki mengenai saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Selain RATU, beberapa sekuritas merekomendasikan strategi pembelian selektif untuk saham lain seperti AMMN, BBCA, INKP, SMGR, BUMI, MINA, RMKE, ELSA, ADMR, PTRO, BUVA, dan ARCI.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi memberikan catatan terpisah mengenai pergerakan konsolidasi yang terjadi pada saham sektor energi lainnya.

"ELSA masih bergerak konsolidasi dalam rentang level 690-720 yang menjadi support area sejak Maret 2026 dengan indikator MACD menunjukkan pelemahan trend," kata Oktavianus Audi.

Pergerakan indeks domestik juga dipengaruhi oleh penurunan bursa saham Amerika Serikat dan kekhawatiran kebijakan penghapusan saham berkategori High Shareholding Concentration oleh FTSE Russell yang akan efektif mulai 22 Juni 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed