IHSG Merosot ke Level Terendah Akibat Tekanan Sentimen Royalti Tambang dan Rupiah

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambruk sebesar 135 poin atau merosot 1,98 persen ke posisi 6.723 pada penutupan perdagangan menjelang libur panjang Mei 2026. Penurunan tajam ini membawa indeks acuan nasional tersebut menyentuh level terendah baru dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.

Koreksi mendalam pada bursa domestik ini dipicu oleh akumulasi sentimen negatif eksternal dan internal. Investor melakukan aksi jual masif setelah nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar AS serta munculnya rencana restrukturisasi tarif royalti sektor pertambangan.

Penyebab utama pasar ekuitas domestik mengalami tekanan hebat dalam beberapa pekan terakhir berasal dari sektor komoditas. Rencana pemerintah untuk merevisi tarif royalti beberapa komoditas mineral dan batubara membuat investor panik dan mempertanyakan "kenapa harga saham tambang anjlok" secara serentak di papan perdagangan.

Berdasarkan data operasional pasar modal, indeks sektor material dasar sempat mengalami kejatuhan terdalam hingga 7,80 persen dalam satu hari perdagangan. Kebijakan royalti minerba naik ini dinilai akan menekan margin keuntungan bersih para emiten pertambangan besar di dalam negeri secara signifikan.

Pemerintah mengusulkan perubahan skema tarif royalti konsentrat tembaga dari yang sebelumnya flat 7 sampai 10 persen menjadi progresif sebesar 9 hingga 13 persen. Selain itu, tarif royalti katoda tembaga juga diusulkan naik dari 4 sampai 7 persen menjadi 7 hingga 10 persen.

Komoditas lain seperti emas, perak, timah, dan nikel juga tidak luput dari penyesuaian tarif baru. Hal inilah yang memicu aksi lepas saham sektor pertambangan oleh para pelaku pasar modal sebelum bursa memasuki masa libur panjang.

Rupiah Sudah Menyentuh Rp17.500 per Dolar AS, Kenapa Berbahaya bagi IHSG | Wawasan Cerdas

Tekanan jual yang masif ini berimbas langsung pada kejatuhan harga saham-saham emiten pertambangan mineral utama secara signifikan dalam kurun waktu singkat. Berikut adalah rincian performa historis beberapa saham tambang pada perdagangan sebelum libur bursa:

Daftar Performa Saham Sektor Pertambangan Terhadap Sentimen Royalti
Kode EmitenHarga Saham (Rp)Persentase Penurunan
TINS3.49014,88%
INDY3.16014,82%
INCO5.42513,89%
ARCI1.38513,71%
MDKA2.78013,13%
EMAS7.72512,22%
NCKL1.0158,14%

Pelemahan Rupiah Memperparah Kondisi Pasar Modal

Selain sentimen regulasi domestik, makroekonomi yang memburuk menjadi faktor sekunder pembentuk tren bearish bursa saham. Mengetahui penyebab rupiah melemah 2026 menjadi krusial karena pergerakan mata uang berkorelasi kuat dengan arus modal asing.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah hingga menembus level Rp17.600 per dolar AS. Pelemahan ini mendorong investor asing untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking dan mengalihkan aset mereka ke dalam bentuk safe haven dolar.

Masyarakat dan pelaku pasar kerap melontarkan pertanyaan "kenapa ihsg turun hari ini" di berbagai platform diskusi finansial. Jawabannya berakar pada kombinasi antara pelemahan kurs rupiah yang menambah beban operasional emiten dengan utang valas, serta beban biaya royalti baru.

Bursa Efek Indonesia Masuki Libur Panjang

Di tengah tekanan pasar yang tinggi, aktivitas perdagangan di bursa domestik dihentikan sementara waktu karena adanya hari libur nasional. Sesuai dengan jadwal libur bursa efek indonesia, aktivitas perdagangan saham diliburkan selama empat hari beruntun.

Pemerintah menetapkan hari Jumat, 15 Mei 2026 sebagai hari cuti bersama dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus. Akibatnya, otoritas bursa menutup seluruh aktivitas perdagangan terhitung sejak Kamis, 14 Mei 2026 hingga Minggu, 17 Mei 2026.

Penutupan sementara ini memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna sentimen global yang berkembang. Perdagangan saham di bursa domestik akan kembali berjalan normal pada awal pekan berikutnya.

Berdasarkan pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia, jadwal perdagangan normal saham setelah libur panjang ini akan kembali menggunakan jam operasional standar yang terbagi menjadi dua sesi utama:

  • Sesi I: Berlangsung mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB.
  • Sesi II: Berlangsung mulai pukul 13.30 sampai dengan pukul 15.49 WIB.

Analisis dan Prediksi Pergerakan Pasar Selanjutnya

Para analis pasar modal kini mulai merumuskan prediksi ihsg setelah libur panjang selesai. Kondisi pasar pada hari Senin esok diperkirakan masih akan dihantui oleh kelanjutan aksi jual jika sentimen nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dari Bank Indonesia.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan bursa regional serta rilis data cadangan devisa terbaru. Kebijakan proaktif dari pemerintah dan otoritas moneter sangat dinantikan untuk meredam kepanikan pasar modal di sisa kuartal kedua ini.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia terus memantau volatilitas transaksi perdagangan guna memastikan pasar modal tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien. Perkembangan regulasi tarif royalti minerba baru dari Kementerian ESDM akan menjadi jangkar utama pergerakan saham sektor material dasar ke depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed