IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Perdagangan Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan secara terbatas pada perdagangan hari Jumat, 17 Juli 2026. Laju indeks saham domestik ini membukukan kinerja positif setelah ditutup naik 1,1 persen ke level 6.108,2 pada sesi perdagangan sebelumnya.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memaparkan bahwa pergerakan indeks saham disokong oleh performa emiten perbankan berkapitalisasi besar serta beberapa emiten konglomerasi. Selain itu, pergerakan ini juga mendapat dorongan dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Untuk Jumat kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.086 dan resist 6.121. Dimana sentimen nilai tukar dan harga komoditas dunia," ujar Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas.
Berdasarkan data perdagangan di pasar spot hari Kamis, mata uang rupiah terapresiasi ke kisaran Rp17.986 hingga Rp18.011 per dolar AS. Di sisi lain, sentimen positif dalam negeri juga dipicu oleh realisasi Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing langsung kuartal II-2026 yang tumbuh 27,4 persen secara tahunan hingga mencapai Rp257,7 triliun.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai bahwa capaian investasi asing langsung yang mencetak rekor tertinggi tersebut menjadi cerminan stabilitas ekonomi domestik.
"Hal ini menunjukkan minat investasi asing langsung masih kuat di tengah ketidakpastian global," ucap Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Dari pasar global, sentimen positif turut dipengaruhi oleh penurunan indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat sebesar 0,3 persen secara bulanan. Kendati tekanan inflasi global mulai melandai, para pelaku pasar diimbau tetap mewaspadai kebijakan moneter luar negeri.
"Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan suku bunga, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi harga energi," pungkas Reza Diofanda.
Menyikapi kondisi pasar saat ini, para analis memberikan rekomendasi sejumlah saham potensial bagi investor ritel. Pilihan saham tersebut di antaranya PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga Rp5.400-Rp5.700, PT Indosat Tbk (ISAT) dengan target Rp1.960-Rp2.120, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) pada kisaran Rp356-Rp378, serta saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow