IHSG Turun Hari Ini ke Level 6969 Akibat Tekanan Sektor Material Dasar

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun hari ini sebesar 2,82 persen atau anjlok 204,92 poin ke level 6.969,39 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual masif investor asing serta penyesuaian portofolio menjelang efektifnya rebalancing indeks global.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pergerakan indeks langsung berada di zona merah sejak pembukaan sesi pertama. Koreksi mendalam ini menghapus penguatan yang sempat terjadi pada beberapa hari perdagangan sebelumnya di pekan ini.

Sektor material dasar menjadi beban utama indeks setelah tercatat ambles paling dalam mencapai 7,80 persen pada perdagangan hari ini. Kejatuhan sektor ini menyeret sejumlah emiten pertambangan besar masuk ke dalam jajaran saham berkinerja terburuk.

Para pelaku pasar modal mengungkapkan bahwa penurunan IHSG hari ini sangat dipengaruhi oleh sentimen domestik dan eksternal secara bersamaan. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian pasar adalah proses penyesuaian portofolio atau rebalancing MSCI saham.

Banyak investor, khususnya asing, yang melakukan penataan ulang aset untuk menyesuaikan dengan bobot baru yang ditetapkan oleh Morgan Stanley Capital International. Langkah ini memicu volatilitas tinggi karena arus modal keluar yang terjadi dalam waktu singkat.

Selain faktor global, sentimen dari dalam negeri juga ikut memperberat langkah emiten berbasis komoditas. Munculnya isu mengenai dampak kenaikan royalti minerba ke saham sektor hulu membuat para pemodal cenderung mengambil sikap menghindari risiko.

Kebijakan penyesuaian tarif royalti mineral dan batubara dinilai berpotensi menggerus margin laba bersih emiten tambang dalam jangka pendek. Akibatnya, pelaku pasar lebih memilih untuk melepaskan kepemilikan saham mereka untuk sementara waktu.

Emiten Didepak MSCI, Saham Grup Prajogo Rontok, Kapitalisasi Rp1.400 Triliun Menguap | kasisolusi dan Mancing Dollar

Aksi jual ini juga didorong oleh kekhawatiran mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus berlanjut. Pelemahan kurs mata uang garuda ini secara langsung berdampak negatif pada beban operasional perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi valuta asing.

Rincian Pergerakan Sektor Saham

Penurunan indeks yang terjadi hari ini tidak hanya melanda sektor material dasar, melainkan juga menyebar ke beberapa sektor strategis lainnya di bursa. Investor terpantau melakukan aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar.

Berikut adalah tabel ringkasan kinerja pergerakan sektor-sektor utama yang memengaruhi laju IHSG pada penutupan pasar akhir pekan ini:

Tabel Kinerja Sektor Saham IHSG 29 Mei 2026
Nama Sektor SahamPerubahan PersentaseStatus Pergerakan
Material Dasar-7,80%Melemah Sharp
Infrastruktur-1,45%Melemah
Keuangan-0,92%Melemah
Energi-2,10%Melemah
Konsumer Primer+0,15%Menguat Tipis

Meskipun pasar saham secara keseluruhan mengalami tekanan berat, investor masih melihat adanya peluang pada beberapa saham pilihan untuk investasi jangka panjang. Sektor konsumer primer menjadi salah satu yang mampu bertahan di zona hijau berkat karakteristiknya yang defensif.

Rekomendasi Saham dan Strategi Investasi

Menghadapi situasi pasar yang sangat volatil ini, sejumlah perusahaan sekuritas menyarankan investor untuk tetap tenang dan cermat dalam memilih portofolio. Strategi akumulasi secara bertahap pada saham-saham berfundamental kuat lebih direkomendasikan.

Dalam laporan riset harian, rekomendasi saham hari ini bni sekuritas menyarankan investor untuk mencermati saham-saham perbankan besar yang sudah mengalami koreksi cukup dalam. Harga yang sudah relatif murah ini dinilai menarik untuk mulai dikoleksi kembali.

"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."

Manajemen Bursa Efek Indonesia terus memantau perkembangan transaksi di pasar reguler demi menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. Pelaku pasar diharapkan terus memantau pengumuman resmi terkait hasil akhir dari rebalancing indeks global agar dapat mengantisipasi pergerakan harga di awal pekan depan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed