IHSG Anjlok 2,82 Persen ke Level 6.130 Akibat Tekanan Sektor Material Dasar

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini, Kamis, 28 Mei 2026, ditutup anjlok tajam sebesar 204,92 poin atau merosot 2,82 persen ke level 6.130,39. Penurunan signifikan ini utamanya didorong oleh aksi jual masif pada saham-saham sektor komoditas dan tambang.

Aksi jual yang melanda pasar modal domestik membuat indeks langsung keluar dari zona psikologis 7.000 sejak sesi pertama perdagangan. Para investor asing dan domestik terpantau melakukan pelepasan portofolio secara serentak pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Berdasarkan data operasional Bursa Efek Indonesia, sektor material dasar menjadi motor utama kejatuhan indeks dengan mencatatkan penurunan paling dalam hingga mencapai 7,80 persen. Sentimen negatif ini langsung memicu kekhawatiran mengenai prospek pendapatan emiten pertambangan ke depan.

Penurunan tajam pada sektor material dasar berimbas langsung pada emiten-emiten tambang logam dan mineral. Sejumlah saham unggulan bahkan mencatatkan koreksi hingga mendekati batas penurunan harian yang diizinkan bursa.

Pertanyaan pasar mengenai "kenapa harga saham gabungan anjlok" terjawab oleh pergerakan negatif saham-saham komoditas utama. Emiten seperti PT Timah Tbk (TINS) dan PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin kejatuhan saham di sektor ini.

Berikut adalah daftar emiten sektor material dasar dan tambang yang mengalami kejatuhan paling dalam pada perdagangan hari ini:

Daftar Saham Sektor Material Dasar yang Anjlok 28 Mei 2026
Kode Saham Nama Emiten Harga Penutupan (Rp) Persentase Penurunan (%)
TINS PT Timah Tbk 3.490 14,88
INDY PT Indika Energy Tbk 3.160 14,82
INCO PT Vale Indonesia Tbk 5.425 13,89
ARCI PT Archi Indonesia Tbk 1.385 13,71
MDKA PT Merdeka Copper Gold Tbk 2.780 13,13
EMAS PT emas Hitam Tbk 7.725 12,22
NCKL PT Trimegah Bangun Persada Tbk 1.015 8,14

Sentimen mengenai "apa itu royalti progresif minerba" menjadi pembicaraan hangat di kalangan pelaku pasar modal karena dinilai menjadi penyebab utama saham tambang turun secara drastis dalam waktu singkat.

IHSG Melemah Hari Ini Investor Cermati Sentimen Global dan Geopolitik | Kevin Hendrawan Investing

Faktor Isu Regulasi dan Dampak terhadap Emiten

Para analis pasar modal mengungkapkan bahwa kepanikan investor dipicu oleh beredarnya rumor mengenai penyesuaian tarif royalti tambang. Regulasi baru tersebut dikhawatirkan bakal menekan margin laba bersih para emiten pengelola mineral dan batubara.

Akibatnya, pelaku pasar lebih memilih untuk mengamankan modal mereka terlebih dahulu sembari memantau kepastian hukum dari kementerian terkait. Investor menilai skema tarif baru berpotensi membebani kinerja keuangan kuartal mendatang.

"Koreksi mendalam pada sektor material dasar mencerminkan sensitivitas pasar yang tinggi terhadap perubahan regulasi tata niaga komoditas," tulis Tim Analis Investortrust dalam laporan riset harian mereka.

Penurunan ini memutus tren konsolidasi yang sempat terjadi pada awal pekan. Pelaku pasar kini wajib mencermati indikator teknikal untuk mengetahui cara melihat tren naik turun ihsg di tengah volatilitas yang tinggi seperti saat ini.

Prediksi Pasar dan Langkah Antisipasi Investor

Menatap hari esok, prediksi pasar saham indonesia minggu ini diperkirakan masih akan berada dalam fase konsolidasi cenderung melemah. Indeks berpotensi menguji titik dukungan baru di kisaran level 6.900 jika tekanan jual belum mereda.

Pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah dan rilis data cadangan devisa teranyar. Faktor makroekonomi tersebut diharapkan dapat menjadi penopang laju ihsg hari ini maupun pada awal bulan depan.

Beberapa analis menyarankan investor untuk beralih sementara ke sektor yang lebih defensif seperti perbankan atau konsumer. Sektor-sektor tersebut dinilai lebih tangguh dalam menghadapi fluktuasi akibat sentimen regulasi komoditas domestik.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Otoritas bursa terus memantau pergerakan transaksi saham untuk memastikan perdagangan berjalan teratur, wajar, dan efisien. Penyesuaian portofolio secara berkala menjadi kunci bagi investor untuk meminimalkan risiko kerugian di tengah pasar yang dinamis.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    1
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed