I.League Perketat Club Licensing untuk Atasi Tunggakan Gaji Klub Sepak Bola
I.League mempercepat pembenahan tata kelola finansial klub sepak bola di Indonesia dengan fokus pada pengetatan proses club licensing, demi mengakhiri penunggakan gaji pemain dan staf yang masih terjadi di beberapa klub, termasuk PSM Makassar, menjelang musim kompetisi 2026/2027, dilansir dari Bola.
Menurut data terkini Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), terdapat 28 klub yang masih menunggak gaji eks pemain mereka. Masalah ini tidak hanya terjadi di Liga 1, tetapi juga di Championship, Liga Nusantara, hingga Liga 4 dengan jumlah tunggakan yang bervariasi.
Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, menegaskan bahwa langkah ini merupakan proses panjang untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas sepak bola Indonesia agar mampu bersaing dengan liga-liga Eropa seperti Belanda dan Spanyol.
"Saya dan Kang Asep sudah pernah ke Belanda dan Spanyol. Kalau mau dibandingkan dengan sana memang beda, tapi arah menuju ke sana itu ada. Apakah ada kata terlambat? Tidak ada, kita mulai saja," ujar Sadikin.
Sadikin menilai perubahan harus dimulai sekarang meski jarak dengan liga Eropa masih lebar. Ia optimistis pembenahan ini akan membawa dampak positif bagi sepak bola nasional.
Kondisi finansial klub sempat terdampak berat akibat sanksi pembekuan dari FIFA pada 2015 dan juga penghentian kompetisi yang berlangsung lama selama pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk memperkuat regulasi industri sepak bola di tanah air.
Penerapan club licensing yang ketat diharapkan menjadi jaminan agar klub-klub Indonesia semakin profesional dan mampu berdiri secara finansial tanpa risiko krisis di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow