Wanita 24 Tahun Galau Kekasih 3 Tahun Jadi Pengantar Makanan
Persoalan kondisi finansial dan rencana masa depan kerap menjadi pertimbangan penting dalam hubungan yang serius. Hal tersebut memicu seorang wanita berusia 24 tahun di Malaysia mempertanyakan kelanjutan hubungannya dengan sang kekasih.
Kekhawatiran itu disampaikan sang wanita melalui platform Threads, sebagaimana dikutip dari Detik Food via Must Share News. Ia mengaku cemas memikirkan masa depan lantaran sang kekasih masih bekerja sebagai pengantar makanan penuh waktu setelah tiga tahun berpacaran.
Pasangan ini pertama kali bertemu saat berusia 21 tahun. Kala itu, sang wanita sedang menempuh pendidikan sarjana, sementara pria tersebut baru menyelesaikan diploma dan mulai bekerja sebagai pengantar makanan.
Kondisi keduanya mulai berbeda setelah tiga tahun berlalu. Sang wanita kini telah bekerja di sebuah perusahaan dan sanggup menanggung kebutuhan finansialnya secara mandiri.
Di sisi lain, kekasihnya masih bertahan dengan pekerjaan yang sama. Padahal, hubungan mereka sudah melangkah ke arah yang cukup serius dan pernah membicarakan rencana pernikahan.
Pria tersebut sebenarnya sempat mencoba mendaftar ke Suruhanjaya Perkhidmatan Awam (SPA) untuk menjadi polisi sebanyak dua kali. Namun, kedua kesempatan itu belum membuah hasil.
Setelah kegagalan tersebut, sang wanita menilai tidak ada upaya serius dari kekasihnya untuk mencari pekerjaan lain yang lebih stabil. Situasi ini membuatnya ragu akan masa depan finansial mereka.
"Saya tidak mengatakan menjadi pengantar makanan penuh waktu itu buruk, tetapi dari sudut pandang saya, saya tidak merasa penghasilannya cukup stabil untuk menafkahi keluarga," tulis wanita tersebut.
Saran untuk beralih ke pekerjaan kantoran atau ritel sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan oleh sang wanita. Ia menilai pekerjaan tersebut dapat memberikan penghasilan tetap, sementara profesi pengantar makanan bisa dijadikan sampingan.
Kendati demikian, sang kekasih kerap menunda saran itu dengan alasan fleksibilitas. Pria tersebut mengaku lebih menyukai pekerjaan pengantar makanan karena tidak terikat perintah orang lain.
Kekhawatiran sang wanita kian bertambah saat melihat tabungan kekasihnya yang tidak berkurang maupun bertambah signifikan meski sudah bekerja bertahun-tahun. Hal ini menandakan adanya perbedaan pandangan di antara keduanya mengenai masa depan.
Meski cemas dengan aspek finansial, ia tidak menampik bahwa kekasihnya merupakan sosok yang sangat baik dan selalu memperlakukannya dengan istimewa.
Pria itu disebut sering membelikan makanan, rela menempuh perjalanan jauh untuk bertemu, hingga mengantarkannya saat wawancara kerja.
"Dia tipe orang yang rela mengorbankan semua yang dimilikinya hanya agar saya bahagia," ungkapnya.
Unggahan curhatan tersebut memicu berbagai tanggapan warganet yang terbagi antara pro dan kontra. Sebagian menilai kerja keras adalah hal utama, sementara yang lain menekankan pentingnya kesetaraan dalam rumah tangga.
"Kalau menurutku sih, selagi pasangan kita pekerja keras dan tanggung jawab gak masalah," tulis salah satu netizen.
"Sejauh yang udah aku jalani di rumah tangga, pasangan yang setara sama kita, termasuk bertanggung jawab itu yang utama," tulis netizen lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow