I.League Sentralisasi Hak Siar Liga 1 Musim 2025/2026
I.League memegang kendali penuh atas pengolahan dan sentralisasi hak media, siaran nasional, siaran internasional, hingga live streaming kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Langkah sentralisasi ini dilakukan guna memperkuat posisi tawar penjual paket kompetisi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produksi siaran sepanjang 34 pekan.
Perubahan tata kelola hak siar menjadi bagian dari transformasi kompetisi kasta tertinggi yang kini resmi bernama BRI Super League. Penyelenggara menerapkan jadwal yang pasti demi memudahkan perencanaan kampanye sponsor, stasiun televisi, dan manajemen klub.
Selain sentralisasi media, regulasi anyar musim 2025/2026 juga memperketat standarisasi operasional klub. Setiap peserta diwajibkan mendaftarkan staf teknis, tim medis, ahli nutrisi, hingga manajemen pemasaran resmi untuk memenuhi ketentuan lisensi klub.
Dari sisi komposisi skuad, setiap klub diizinkan mendaftarkan maksimal 35 pemain dengan kuota paling banyak 11 pemain asing. Regulasi tersebut turut mewajibkan pembinaan internal dengan menyertakan sedikitnya lima pemain U-23 dalam daftar tim.
Peningkatan standar infrastruktur juga diwajibkan, mulai dari kualitas pencahayaan stadion untuk siaran televisi, fasilitas media, hingga penerapan sistem tiket digital. Penjualan tiket secara daring diwajibkan untuk merapikan data penonton dan menekan potensi kebocoran pendapatan.
Meski peringkat kompetisi klub AFC untuk Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan, alokasi slot untuk musim 2026/2027 tercatat masih berada di bawah Thailand dan Malaysia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow