Incheon United Tekuk Bucheon FC Dua Satu di K League One

Smallest Font
Largest Font

Incheon United membalikkan keadaan untuk memetik kemenangan 2-1 atas Bucheon FC pada pertandingan ke-28 K League 1 musim 2026 di Stadion Sepak Bola Incheon, Selasa (8/9/2026) pukul 19.30 waktu setempat. Hasil ini diraih di tengah isu spanduk kontroversial saat melawan FC Seoul pada Sabtu (5/9/2026).

Tim tamu Bucheon FC unggul lebih dulu pada menit ke-33 melalui gol Jefferson yang membobol gawang K. Dong-heon. Incheon yang menguasai 61 persen penguasaan bola menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Stefan Mugoša pada menit ke-43 setelah memanfaatkan umpan Leandro Ribeiro.

Pada babak kedua, bek Juan Fernández mencetak gol penentu kemenangan Incheon pada menit ke-70 memanfaatkan umpan Lee Myeong-ju. Gol tersebut resmi disahkan pada menit ke-72 setelah melalui proses peninjauan Video Assistant Referee (VAR). Hasil ini membawa Incheon naik ke posisi keenam klasemen sementara Grup A, sementara Bucheon FC tertahan di peringkat ke-10.

Sebelum laga dimulai, pemain kunci Incheon United Lee Chung-yong mengungkapkan fokus utamanya menjelang pertandingan tersebut.

"Saya fokus pada pemulihan," ujar Lee Chung-yong.

Penjelasan tersebut disampaikan Lee setelah dirinya bermain selama 68 menit dalam laga melawan FC Seoul pada 5 September, di mana Incheon kalah 0-1 dan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit kedua akibat kartu merah Kim Gun-hee.

"Benar saya menghabiskan banyak tenaga dalam pertandingan terakhir," tutur Lee Chung-yong.

Gelandang senior yang mencatatkan satu gol dan dua assist musim ini menekankan pentingnya evaluasi taktik tim.

"Bermain dalam kondisi kekurangan satu pemain sangat melelahkan. Kami lebih menekankan pemulihan. Ini adalah pertemuan ketiga melawan Bucheon musim ini," kata Lee Chung-yong.

Ia menambahkan bahwa timnya telah mempelajari peta kekuatan lawan sebelum bertanding.

"Kami sudah tahu gaya bermain lawan dari dua pertemuan sebelumnya. Melalui rapat tim, kami menentukan strategi yang tepat untuk pertandingan ini. Kami akan berusaha memberikan hasil terbaik bagi para pendukung," ucap Lee Chung-yong.

Di sisi lain, laga ini dibayangi kecaman Incheon United, Wali Kota Incheon Park Chan-dae, dan Dewan Daerah Partai Demokrat terhadap spanduk hinaan fans FC Seoul yang memplesetkan nama kota serta pejabat klub menggunakan karakter hanja. Incheon United mempertimbangkan langkah hukum pidana dan perdata atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Kami sedang meninjau secara menyeluruh materi terkait, termasuk rekaman dari stadion dan siaran pada saat itu. Jika perlu, kami akan secara aktif mengeksplorasi opsi untuk menuntut pihak yang bertanggung jawab secara perdata dan pidana atas pencemaran nama baik dan penghinaan," tulis pernyataan resmi Incheon United.

Pihak klub menegaskan ingin menyelesaikan permasalahan ini secara profesional tanpa memicu konflik antarsuporter.

"Kami tidak ingin insiden ini meluas menjadi konflik emosional antar klub. Kami akan menyikapi masalah ini secara bertanggung jawab untuk memastikan Incheon dan Seoul dapat membangun budaya rival yang sehat berdasarkan rasa saling menghormati," lanjut Incheon United.

Manajemen klub berharap peristiwa provokasi tersebut tidak terulang lagi di masa mendatang.

"Kami berharap ini menjadi kesempatan bagi seluruh fans K League untuk menumbuhkan budaya mendukung yang dewasa," pungkas klub tersebut.

Wali Kota Incheon Park Chan-dae menegaskan sikap kerasnya atas munculnya spanduk yang dinilai merendahkan warganya.

"Spanduk tersebut telah melampaui batas dan menghina fans serta warga Incheon. Sebagai wali kota Incheon dan pemilik Incheon United, saya tidak akan mentolerir serangan terhadap kota kami yang merusak semangat olahraga," tegas Park Chan-dae.

Park memastikan tindakan hukum akan diambil agar memberikan efek jera.

"Sorak-sorai yang tidak menunjukkan rasa hormat mendasar tidak dapat dianggap sebagai dukungan sejati. Saya akan merespons dengan tegas sampai mereka yang bertanggung jawab dituntut dan tindakan yang tepat dimobilisasi untuk mencegah hal ini terulang kembali," tambah Park Chan-dae.

Pelatih kepala Incheon United Yoon Jung-hwan mengaku baru mengetahui keberadaan spanduk provokatif tersebut melalui pemberitaan media.

"Saya tidak melihat spanduk itu di lokasi. Saya baru mengetahuinya dari artikel berita yang terbit hari itu," kata Yoon Jung-hwan.

Yoon menyayangkan aksi suporter lawan yang dinilai melebihi batas rivalitas olahraga.

"Saya tidak tahu mengapa. Saya benar-benar tidak paham mengapa harus merendahkan tim orang lain. Saya tidak tahu apakah mereka mengajak berkelahi atau apa," ujar Yoon Jung-hwan.

Ia mengingatkan bahwa persaingan sepak bola seharusnya hanya terjadi di dalam lapangan.

"Dalam sepak bola, pertarungan adalah persaingan sengit di lapangan. Menurut saya ini bukan hal yang pantas dilakukan pendukung. Ada batasan dalam bersenang-senang, dan ini masalah besar yang melampaui batas," tutur Yoon Jung-hwan.

Ia meminta para suporter untuk saling menghormati klub lawan.

"Jika tidak menyukai tim lain, cukup tidak menyukainya saja, tidak perlu menyakiti," ucap Yoon Jung-hwan.

Pelatih tersebut juga merefleksikan pengalamannya sewaktu masih aktif menjadi pesepak bola profesional.

"Melihat kembali karier saya, saya rasa hal seperti ini tidak pernah terjadi. Ketika bermain di Bucheon dulu, pernah ada bentrokan antarsuporter saat melawan Suwon Samsung. Itu juga salah, begitu pula dengan aksi merendahkan yang terjadi saat ini. Budaya yang salah harus dikoreksi dan diperbaiki," jelas Yoon Jung-hwan.

Statistik Pertandingan Incheon vs Bucheon FC
KategoriIncheonBucheon FC
Skor Akhir21
Penguasaan Bola61%39%
Total Tembakan69
Tembakan Tepat Sasaran25
Tendangan Sudut52
Pelanggaran710
Kartu Kuning02
Kartu Merah00

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed