Spanduk Penghinaan Fans FC Seoul Memicu Kecaman Klub Incheon
Klub K League 1 Incheon United bersama Walikota Incheon Park Chan-dae melayangkan kecaman keras serta mempertimbangkan langkah hukum atas spanduk berisi hinaan yang dipasang pendukung FC Seoul saat laga di Stadion Seoul World Cup, Sabtu (5/9/2026).
Spanduk kontroversial yang muncul usai pertandingan tersebut memanfaatkan permainan karakter hanja untuk mengubah nama Incheon menjadi kata bermakna 'orang hina', sekaligus memplesetkan nama mantan dan pejabat CEO Incheon United menggunakan karakter 'air' dan 'pencuri'.
Klub Incheon United secara resmi menilai aksi tersebut telah melampaui batas budaya rivalitas yang sehat dan siap menempuh jalur hukum untuk menjaga kehormatan warga daerahnya.
"Kami sedang meninjau secara menyeluruh materi terkait, termasuk rekaman dari stadion dan siaran pada saat itu. Jika perlu, kami akan secara aktif mengeksplorasi opsi untuk menuntut pihak yang bertanggung jawab secara perdata dan pidana atas pencemaran nama baik dan penghinaan," tulis pernyataan resmi Incheon United.
Pihak klub menegaskan penanganan kasus ini akan dilakukan sesuai prosedur tanpa memicu perselisihan emosional antar pendukung.
"Kami tidak ingin insiden ini meluas menjadi konflik emosional antar klub. Kami akan menyikapi masalah ini secara bertanggung jawab untuk memastikan Incheon dan Seoul dapat membangun budaya rival yang sehat berdasarkan rasa saling menghormati," lanjut Incheon United.
Klub berharap peristiwa ini menjadi momentum berharga bagi seluruh penggemar sepak bola di Korea Selatan.
"Kami berharap ini menjadi kesempatan bagi seluruh fans K League untuk menumbuhkan budaya mendukung yang dewasa," pungkas klub tersebut.
Gelombang kecaman juga datang langsung dari jajaran pemerintah kota dan politisi setempat yang merasa pride warga daerahnya dilukai.
"Spanduk tersebut telah melampaui batas dan menghina fans serta warga Incheon. Sebagai wali kota Incheon dan pemilik Incheon United, saya tidak akan mentolerir serangan terhadap kota kami yang merusak semangat olahraga," tegas Wali Kota Incheon Park Chan-dae melalui media sosialnya pada Selasa (8/9/2026).
Ia menekankan bahwa aksi merendahkan tidak bisa dikategorikan sebagai bentuk dukungan sepak bola.
"Sorak-sorai yang tidak menunjukkan rasa hormat mendasar tidak dapat dianggap sebagai dukungan sejati. Saya akan merespons dengan tegas sampai mereka yang bertanggung jawab dituntut dan tindakan yang tepat dimobilisasi untuk mencegah hal ini terulang kembali," tambah Park Chan-dae.
Dukungan atas langkah tegas tersebut juga disuarakan oleh Dewan Daerah Partai Demokrat (DP) wilayah Incheon.
"Kami mendesak FC Seoul dan organisasi terkait untuk menyelidiki secara menyeluruh apa yang terjadi, mengambil tindakan yang tepat, dan menerapkan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali," ungkap pernyataan resmi DP Incheon pada Selasa (8/9/2026).
Pelatih kepala Incheon United, Yoon Jung-hwan, turut menyampaikan kekecewaannya menjelang laga putaran ke-28 melawan Bucheon FC pada Selasa (8/9/2026) malam.
"Saya tidak melihat spanduk itu di lokasi. Saya baru mengetahuinya dari artikel berita yang terbit hari itu," kata Yoon Jung-hwan.
Yoon menyayangkan munculnya tindakan provokasi berlebihan yang melukai tim lain di luar ranah pertandingan resmi.
"Saya tidak tahu mengapa. Saya benar-benar tidak paham mengapa harus merendahkan tim orang lain. Saya tidak tahu apakah mereka mengajak berkelahi atau apa.
Dalam sepak bola, pertarungan adalah persaingan sengit di lapangan. Menurut saya ini bukan hal yang pantas dilakukan pendukung. Ada batasan dalam bersenang-senang, dan ini masalah besar yang melampaui batas.
Jika tidak menyukai tim lain, cukup tidak menyukainya saja, tidak perlu menyakiti," tutur Yoon Jung-hwan.
Ia menyoroti pentingnya membenahi budaya suporter agar tidak mengulang kesalahan masa lalu.
"Melihat kembali karier saya, saya rasa hal seperti ini tidak pernah terjadi. Ketika bermain di Bucheon dulu, pernah ada bentrokan antarsuporter saat melawan Suwon Samsung. Itu juga salah, begitu pula dengan aksi merendahkan yang terjadi saat ini. Budaya yang salah harus dikoreksi dan diperbaiki," jelas Yoon Jung-hwan.
Di sisi lain, gelandang senior Incheon United Lee Chung-yong memilih untuk memfokuskan fisik dan mentalnya pada persiapan tim di lapangan.
"Saya fokus pada pemulihan. Memang benar bahwa saya menggunakan banyak tenaga dalam pertandingan terakhir," ungkap Lee Chung-yong.
Ia menambahkan pentingnya evaluasi taktik agar tim mampu meraih poin penuh di laga-laga berikutnya.
"Kami mengerti seperti apa gaya sepak bola lawan karena sudah dua kali bertemu langsung. Kami juga menentukan strategi melalui rapat tim agar bisa memberikan hasil terbaik untuk pendukung," ujar Lee Chung-yong.
Saat ini Incheon United berada di peringkat kesembilan klasemen sementara K League 1 musim 2026 dengan mengantongi 34 poin dari hasil sembilan kali menang, tujuh imbang, dan sepuluh kali kalah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow