Indeks Kospi Anjlok 5 Persen Dipicu Pelepasan Saham Sektor Teknologi
Indeks utama bursa saham Korea Selatan, KOSPI, dibuka melemah hingga 5 persen dan menembus level terendah periode Juli pada Selasa, 28 Juli 2026. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi pelepasan saham sektor semikonduktor serta lonjakan volatilitas di pasar keuangan.
Koreksi mendalam tersebut mencatatkan penurunan akumulatif hingga 30 persen dari level tertinggi 9.106 yang sempat dicapai pada 18 Juni. Penurunan drastis terjadi setelah pasar saham Negeri Ginseng tersebut sempat melonjak hampir empat kali lipat sejak April 2025.
Sehari sebelumnya, KOSPI sempat menguat 0,97 persen berkat penguatan saham Samsung Electronics dan SK Hynix. Penguatan tersebut didorong kabar kerja sama kemitraan pasokan semikonduktor jangka panjang dengan perusahaan teknologi global senilai 950 miliar dolar AS.
Analis Daishin Securities Lee Kyung-Min memberikan penjelasan terkait dinamika pasar yang terjadi sebelum koreksi tajam tersebut.
"Terjadinya investasi dan kolaborasi antara perusahaan-perusahaan teknologi global membuat angka indeks menguat. Namun, debut ChangXin Memory Technologies di Bursa Shanghai membatasi penguatan saham semikonduktor," jelas Lee Kyung-Min, analis Daishin Securities.
Di sisi lain, pimpinan lembaga riset independen Aris Lee Jae-mo menilai kemitraan strategis produsen chip domestik memiliki dampak jangka panjang bagi rantai pasok global.
"Kolaborasi ini melampaui sekadar pasokan semikonduktor hingga mencakup pusat data AI, GPU, dan infrastruktur AI generasi berikutnya. Tidak hanya Samsung Electronics dan SK Hynix, tetapi perusahaan bahan, suku cadang, dan peralatan semikonduktor seperti Hanmi Semiconductor, Jusung Engineering, TES, dan Eugene Technology juga diperkirakan akan diuntungkan," kata Lee Jae-mo, CEO Aris.
Lee Jae-mo juga mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap cermat dalam mengamati perkembangan faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan modal.
"Investor harus fokus pada sektor AI/semikonduktor, infrastruktur daya, pertahanan, perkapalan, dan kosmetik yang didukung oleh laba solid. Penting untuk merespons secara hati-hati sambil memantau variabel eksternal seperti FOMC dan situasi Timur Tengah," ujar Lee Jae-mo, CEO Aris.
Sementara itu, peneliti senior Eugene Investment & Securities Jung Eui-hoon menyoroti pengetatan aturan margin pada dana investasi terevaluasi leveraged ETF untuk menekan spekulasi pasar.
"Regulasi pada ETF berbobot pengungkit akan memberikan dampak positif dengan mengurangi volatilitas pasar yang berlebihan," kata Jung Eui-hoon, peneliti senior Eugene Investment & Securities.
Secara teknikal, pergerakan indeks KOSPI kini tertahan di dekat area retracement penting di level 5.840 dan level psikologis 5.000. Penurunan indeks juga dipengaruhi oleh sentimen ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve serta penerapan tarif dagang Pasal 301 oleh Amerika Serikat sebesar 12,5 persen terhadap Korea Selatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow