Tingkat Pengangguran Tinggi di Beberapa Negara Asia pada 2026

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah negara di Asia menghadapi tingkat pengangguran yang cukup tinggi pada tahun 2026. Faktor utama penyebab kondisi ini meliputi resesi ekonomi, perubahan kebijakan, konflik berkepanjangan, serta ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Secara definisi, tingkat pengangguran menunjukkan persentase pekerja yang tidak memiliki pekerjaan dari total angkatan kerja, termasuk mereka yang mampu bekerja namun sedang tidak bekerja.

Pertumbuhan ekonomi yang sehat biasanya akan menurunkan angka pengangguran, sedangkan kenaikan tingkat pengangguran menandakan perlambatan ekonomi dan melemahnya pasar tenaga kerja.

Negara-negara di kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan pengangguran akibat konflik yang berkepanjangan dan kerusakan infrastruktur ekonomi. Misalnya, Palestina mencatat angka pengangguran tertinggi di Asia sebesar 24,4%, menurut data WorldStats pada 2026.

Kondisi serupa juga terjadi di Yaman, Irak, Suriah, dan Afghanistan, di mana konflik menyebabkan penurunan drastis pendapatan nasional dan terbatasnya kesempatan kerja. Blokade ekonomi global turut memperparah situasi ini.

Sementara itu, Nepal menghadapi pengangguran tinggi karena minimnya lapangan kerja formal dan kurangnya investasi dalam pengembangan sumber daya manusia.

Daftar Negara dengan Pengangguran Tertinggi di Asia 2026

Berdasarkan laporan Worldstats.io yang mengambil data dari World Bank dan Organisasi Perburuhan Internasional, berikut adalah sepuluh negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Asia:

  • Palestina: 24,4%
  • Yaman: 17,3%
  • Yordania: 16,5%
  • Irak: 15,5%
  • Suriah: 13,6%
  • Afghanistan: 13,3%
  • Armenia: 12,9%
  • Georgia: 12,1%
  • Lebanon: 11%
  • Nepal: 10,5%

Posisi Negara Asia Tenggara

Di Asia Tenggara, Brunei memiliki angka pengangguran tertinggi sebesar 5,3%, menempati posisi ke-16 di Asia. Malaysia mengikuti dengan tingkat pengangguran 3,8% pada posisi ke-26, sedangkan Indonesia berada di peringkat ke-31 dengan tingkat pengangguran 3,2%.

Namun, data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia mencapai 4,65%, dengan jumlah pengangguran sekitar 7,22 juta orang. Sedangkan di Malaysia, angka pengangguran per Juni 2026 lebih rendah sekitar 3%, dengan jumlah pengangguran sekitar 517 ribu orang.

Perbedaan angka pengangguran ini dipengaruhi oleh definisi pengangguran yang berbeda di masing-masing negara, baik dalam hal pencarian kerja maupun kriteria pengangguran itu sendiri.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed