Inul Daratista Dirawat Empat Hari Akibat Suntik Obat Kurus
Pedangdut Inul Daratista terpaksa menjalani perawatan selama empat hari di rumah sakit akibat menyuntikkan obat kurus demi mendapatkan bentuk tubuh langsing, sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Jumat (28/8/2026).
Keputusan tersebut diambil Inul karena merasa iri terhadap proporsi tubuh artis lain. Meskipun sudah konsisten menjalani olahraga yoga selama bertahun-tahun, keinginan untuk memiliki tubuh yang lebih kurus tetap memicu dirinya mengambil langkah pintas.
Sebelum memilih suntik kurus, penyanyi dangdut tersebut sempat merencanakan prosedur pembedahan sedot lemak atau liposuction. Keinginan itu timbul akibat rasa tidak puas terhadap bentuk fisiknya saat bertemu dengan sesama rekan seniman.
Inul mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkonsultasi mengenai rencana tindakan medis tersebut kepada sang suami, Adam Suseno, sebelum akhirnya secara diam-diam memesan cairan obat pelangsing dari seorang tenaga medis.
"Akhirnya aku nanya ke Mas Adam, boleh gak sedot lemak. Dia malah nanya, 'Buat siapa? Ivan Gunawan kan sudah bilang badanmu gak gede', gitu katanya. Tapi karena gatel kan, aku diam-diam telepon suster yang jual obat (kurus) yang disuntik itu," kata Inul.
Tindakan medis liposuction atau sedot lemak sendiri merupakan prosedur operasi pembedahan yang memanfaatkan teknik penyedotan untuk membuang lemak berlebih pada area perut, pinggul, paha, bokong, lengan, hingga leher berdasarkan panduan Kementerian Kesehatan RI.
Prosedur pembentukan kontur tubuh ini memiliki sejumlah kriteria kualifikasi medis. Calon pasien harus berstatus berat badan ideal atau sedikit berlebih, memiliki elastisitas kulit yang baik, tidak menderita gangguan pembekuan darah, bebas dari kebiasaan merokok, serta tidak memiliki riwayat penyakit sistemik seperti jantung, kencing manis, atau masalah imunitas.
Kemenkes RI juga mencatat tindakan pembedahan ini memiliki risiko komplikasi kesehatan. Beberapa efek samping yang berpotensi timbul meliputi permukaan kulit tidak merata, kontur tubuh asimetris, infeksi pascaoperasi, pendarahan, hingga reaksi alergi akibat penggunaan obat bius.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow